Breaking News
Memuat breaking news...

Dinas PU Pilih Kasih, Warga Kebun Bundar Marelan Desak 4 Titi Segera Dihancurkan

Redaksi
Redaksi
Rabu, 28 Desember 2022 - 8.18 PM WIB
Dinas PU Pilih Kasih, Warga Kebun Bundar Marelan Desak 4 Titi Segera Dihancurkan
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): Sejumlah warga Lingkungan 31 Kebun Bundar, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan melakukan aksi penuntutan pengorekan 4 Titi yang masih saat ini belum dihancurkan.

Aksi penuntutan itu dilakukan lantaran warga kesal terhadap proyek yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) pilih kasih, Rabu (28/12).

Dari pantauan waspada.id, terlihat warga yang membawa karton bertuliskan "PU Pengecut Tidak Berani Temui Warga Lingkungan 31", berteriak meminta bongkar titi tersebut yang dianggap pilih kasih.

"Bongkar.. bongkar.. bongkar..bongkar jangan pilih kasih," teriak warga.

Seorang warga terlihat membawa poster bertuliskan, " Kami Warga minta pembongkaran titi yang belum dibongkar (harus adil dan merata). Penambalan aspal yang hancur akibat proyek drainase. Selama proyek berjalan, warga minta Armada Penyiraman debu. Dan, bertuliskan "Tolong bersikap adil, PU terkesan pilih kasih.

Anton Sinaga selaku staf PU bidang drainase mengatakan, pihaknya sudah bertemu dengan pemilik gudang yang berada di lingkungan 30, Rengas Pulau.

"Kami (staf bidang drainase) sudah berbicara dengan pemilik gudang. Lantas, pemilik gudang mengatakan tidak mengizinkan titi miliknya yang berada di tanah PU jangan dibongkar. Pemilik gudang tersebut menelepon pengawasnya," kata Anton Sinaga.

Catur M.S selaku Lurah Rengas Pulau Catur MS mengatakan keluhan masyarakat pasti diterima. "Pasti kita terima dan akan ditindaklanjuti," katanya.(m27)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement