Breaking News
Memuat breaking news...

Dinkes Langsa Lacak Kasus DBD Berpotensi KLB

Redaksi
Redaksi
Senin, 1 April 2024 - 12.47 PM WIB
Dinkes Langsa Lacak Kasus DBD Berpotensi KLB
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

LANGSA (Waspada) : Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Langsa melacak kasus Demam Berdarah Dengeu (DBD) yang berpotensi Kejadian Luar Biasa (KLB), di Gampong Birem Puntong, Kecamatan Langsa Baro, Minggu (31/3).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Langsa, dr Muhammad Akbar melalui Kabid P2P Dinkes, Betti Muharni, SKM, MKM, menjelaskan bahwa pihaknya melacak kasus DBD pada rumah warga agar tidak berpotensi KLB dengan berbagai upaya.

Menurut Betti, tim yang diterjunkan untuk melacak penyebab kasus DBD diantaranya pihak Dinkes juga beberapa petugas dari Puskesmas Langsa Baro untuk memberikan edukasi serta pencegahan DBD yang kian merebak saat ini.

"Kegiatan ini dilaksanakan melalui kegiatan penyelidikan epidemiologi di wilayah tersebut untuk memastikan potensi penularan kasus DBD sehingga kasus DBD bisa di cegah penularannya ke wilayah lainnya," jelasnya.

Sambungnya, dalam menghadapi kian merebaknya kasus DBD di imbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk selalu melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di rumah masing-masing wilayah atau gampong untuk mengantisipasi jentik nyamuk DBD menjadi dewasa sehingga bisa memutuskan mata rantai penularan nyamuk DBD.

"Kami juga imbau kepada masyarakat harus tetap menjaga kesehatan, menambah suplemen vitamin, banyak mengkonsumsi minum air putih dan menghindari terhadap gigitan nyamuk, sehingga kita semua terhindar dari penyakit DBD, bila terjadi demam tinggi mendadak 2 hingga 7 hari, nyeri otot dan tulang harap segera menghubungi ke petugas kesehatan terdekat," pintanya.

Kemudian hingga tadi sore belum dilakukan fogging karena dalam dua hari ini sebagian Kota Langsa mengalami hujan dan apabila cuaca panas akan dilakukan fogging nantinya.

"Kita berharap kepada semua pihak agar tetap menjaga kebersihan lingkungan karena nyamuk cepat berkembangbiak apabila lingkungan jorok dan kotor," demikian tutup Betti. (crp).

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement