Breaking News
Memuat breaking news...

Dinkes Medan Tengah Tingkatkan  Deteksi Dini Faktor Risiko PTM

Redaksi
Redaksi
Selasa, 24 Mei 2022 - 4.13 PM WIB
W
Waspada
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): Dinas Kesehatan Kota Medan tengah meningkatkan deteksi dini faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM). Deteksi ini difokuskan terhadap masyarakat dengan usia produktif dan lanjut usia (lansia).

Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Medan dr Pocut Fatimah Fitri mengatakan, deteksi dini faktor risiko PTM merupakan bagian dari 12 SPM (Standar Pelayanan Minimal) bidang kesehatan. Orang berusia 15 tahun ke atas harus dilakukan skrining.

Hal ini merupakan target SPM sejak tahun 2016, bukan hal baru. Sudah sempat berjalan, tetapi karena sibuk menangani pandemi Covid-19 sehingga terkendala. Namun, karena kondisi pandemi saat ini sudah mulai menurun dan mudah-mudahan menjadi endemi, maka harus kembali ke berbagai program yang telah dibuat, termasuk deteksi dini faktor risiko PTM.

"Sebanyak 70 persen masyarakat tidak tahu dirinya sakit tidak menular. Misalnya, masyarakat tidak tahu terkena hipertensi, diabetes. Namun, dari 30 persen masyarakat yang tahu dirinya mengalami sakit tidak menular karena terdiagnosa, hanya sebagian kecil yang minum obat teratur sedangkan selebihnya tidak," ungkap dr Pocut kepada wartawan belum lama ini.

Alhasil, ketika terjadi komplikasi penyakit berat baru sadar. "Sebagai contoh, si anu terkena stroke, jantung dan sebagainya. Padahal, latar belakang mengidap penyakit tersebut karena sudah ada indikasi awal yang dirasakan. Namun, memang indikasi penyakit tersebut terjadi jauh pada tahun sebelumnya," sambung dia.

Menurut Pocut, apabila bisa mendeteksi dini di awal PTM, maka untuk kejadian penyakit fatal atau bahkan komplikasi bisa dicegah. "Caranya, kita ukur semua faktor risiko. Mulai dari tekanan darah, tinggi dan berat badan, dengan tujuan untuk mengetahui diagnosa tubuh serta penyakit gula darah," ujarnya.

Ia memperkirakan, target orang dilakukan deteksi dini di Kota Medan cukup banyak. Jika dihitung usia 15 tahun, maka ada sekitar 1,8 juta orang. Target ini sudah dibagi per kecamatan dan kelurahan. Bahkan, Kementerian Kesehatan memberi target kepada Dinas Kesehatan Kota Medan untuk mencapai 20 persen dari 1,8 juta orang hingga menjelang akhir Juni 2022.

"Kita tengah menyiapkan pelaksanaan pemeriksaan gula darah, dan kita mengupayakan pembelian perlengkapan atau peralatannya di Posbindu (Pos Pembinaan Terpadu). Dalam kegiatan itu nantinya, kita menargetkan 1,2 juta orang dapat diperiksa gula darahnya," jelas Pocut.

Dia menambahkan, target 1,8 juta orang dilakukan deteksi dini faktor risiko PTM tentunya cukup banyak dan harus dicapai. "Informasinya, akan dimasukkan ke dalam sistem aplikasi satu data, yaitu Aplikasi Sehat Indonesiaku atau disingkat Asik. Aplikasi tersebut seperti PeduliLindungi, nantinya semua identitas kesehatan masyarakat Indonesia bisa dicek," tandasnya. (cbud)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement