Breaking News
Memuat breaking news...

Dinsos Palas Bantu Ayah Lima Anak Penderita Penyakit Usus Keluar

Redaksi
Redaksi
Senin, 9 Oktober 2023 - 8.40 PM WIB
Dinsos Palas Bantu Ayah Lima Anak Penderita Penyakit Usus Keluar
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

PADANG LAWAS (Waspada): Dinas Sosial Kabupaten Padang Lawas (Palas) bantu warga kurang mampu yang menderita penyakit usus bengkak hingga keluar, diduga penyakit usus buntu yang terlalu lama dibiarkan tanpa pengobatan.

Demikian Kepala dinas Sosial kabupaten Padang Lawas, H. Ahmad Fauzan Nasution, SQ, SHI, M.Pd melalui supervisor pusat kesejahteraan Sosial (Puskesos), M. Indra Leo Hasibuan kepada Waspada, Senin (9/10).

Dikatakan, saat petugas relawan pekerja sosial masyarakat (PSM) melakukan asesmen dan pendataan tunadaksa dan tuna netra yang hendak dikirim mengikuti pendidikan dan pelatihan keahlian.

Di tengah perjalanan, tepatnya di Desa Sayurmatua, Kecamatan Barumun ada warga yang menyampaikan keluhan dan minta bantuan bahwa warga bernama Musa Lubis, 40 telah menderita penyakit sejak dua tahun belakangan.

Menindaklanjuti keluhan warga itu, Koordinator PSM, Ali Syikron dan Ikhsan Lubis melaporkan ke Puskesos Palas. Apalagi yang menderita penyakit itu merupakan seorang ayah anak lima, yang dua tahun belakangan sudah tidak bisa bekerja menafkahi keluarga.

Bahkan tidak masuk peserta BPJS kesehatan karena ketidakmampuan. Sehingga hanya sekedar berobat ke bidan, namun penyakit tidak juga berkurang.

Karena itu tindakan pertama yang dilakukan petugas puskesos adalah pengurusan PBI untuk keluarga penerima manfaat (KPM) dan setelah PBI nya aktif barulah KPM dibawa berobat ke RSUD Sibuhuan.

Alhamdulillah Musa Lubis sekarang sedang mendapat perawatan di ruang kelas III RSUD Sibuhuan. (a30)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement