Dirbinmas Polda Sumut Ajak Siswa SMA Harapan 3 Waspadai Radikalisme Dan Tingkatkan DisiplinDirbinmas Polda Sumut Ajak Siswa SMA Harapan 3 Waspadai Radikalisme Dan Tingkatkan Disiplin

MEDAN (Waspada.id): Personil Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Sumatera Utara menjadi irup upacara di SMA Harapan 3 Delitua, Senin (27/7).
Upacara yang di gelar di halaman Kampus 2 Harapan Jalan Karya Wisata Ujung dihadiri Kepala SMA Harapan 3 Delitua, guru, karyawan dan seluruh siswa SMA Harapan 3 Delitua
Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Sumatera Utara Afriadi Lesmana, S.I,K diwakili Iptu Samsir Harahap, menyampaikan amanat dengan mengajak seluruh siswa-siswi untuk meneladani semangat perjuangan para pahlawan bangsa serta menjadi generasi penerus yang berkarakter, berprestasi, dan cinta tanah air.
Dalam amanatnya, Dirbinmas mengingatkan pentingnya menjaga persatuan serta mewaspadai berbagai ancaman yang dapat merusak masa depan generasi muda, salah satunya penyebaran paham radikalisme melalui media sosial. Ia menyampaikan bahwa Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menemukan adanya komunitas media sosial yang diduga menyebarkan ideologi kekerasan ekstrem melalui grup True Crime Community (TCC). Berdasarkan temuan tersebut, terdapat sedikitnya 70 anak yang terpapar dan menjadi anggota grup tersebut, termasuk beberapa yang berasal dari Sumatera Utara.
Disebutkan pula bahwa mayoritas anak yang terpapar berada pada rentang usia 11 hingga 18 tahun. Salah satu faktor yang mendorong mereka bergabung adalah pengalaman menjadi korban perundungan (bullying) di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Oleh karena itu, Dirbinmas Polda Sumut mengimbau para pelajar untuk selalu waspada dan bijak dalam menggunakan internet serta media sosial. Peran orang tua dan guru dinilai sangat penting dalam mengawasi aktivitas anak agar terhindar dari pengaruh ideologi berbahaya.
Selain upaya pencegahan radikalisme, Ditbinmas Polda Sumut juga terus bersinergi dengan pihak sekolah dalam mengantisipasi berbagai bentuk kenakalan remaja dan tindak kriminal, seperti penyalahgunaan narkoba, begal, geng motor, balap liar, jambret, pencurian kendaraan bermotor, serta berbagai tindak kejahatan lainnya guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif di wilayah Sumatera Utara.
Dalam kesempatan tersebut, para pelajar juga diajak untuk terus mengembangkan potensi diri melalui peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Dirbinmas menegaskan bahwa keberhasilan hanya dapat diraih melalui kerja keras, disiplin, dan semangat belajar yang tinggi, terlebih di tengah tantangan bonus demografi yang menuntut sumber daya manusia berkualitas.
"Kalian adalah generasi penerus bangsa. Belajarlah dengan tekun, biasakan hidup disiplin, hormati orang tua dan guru, patuhi peraturan sekolah, serta tanamkan akhlak mulia dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa," pesan Dirbinmas kepada para siswa.
Di akhir amanatnya, Dirbinmas Polda Sumut, atas nama Kapolda Sumatera Utara, menyampaikan apresiasi kepada kepala sekolah, para pemangku kepentingan, tenaga pendidik, staf, dan seluruh siswa yang mengikuti upacara bendera. Ia berharap seluruh pelajar dapat tumbuh menjadi Generasi Emas Indonesia yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia.
Sebagai penutup, Dirbinmas menyampaikan pantun motivasi yang mengajak para pelajar untuk terus rajin belajar demi meraih cita-cita dan masa depan yang gemilang, sekaligus mengajak seluruh peserta upacara untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, serta semangat persatuan di Provinsi Sumatera Utara.
Sementara Kepala SMA Harapan 3 Delitua H. Suryahadi Marwan, M.Pd menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan terima kasih yang mendalam kepada Tim Dirmas Poldaau atas kesediaannya hadir di sekolah SMA Harapan 3.
Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian merupakan sebuah kehormatan sekaligus bentuk kepedulian nyata kepolisian terhadap masa depan generasi muda.
Kami menyambut baik kegiatan pemberian motivasi dan penyuluhan terkait pencegahan kenakalan remaja ini. Di era digital saat ini, tantangan yang dihadapi oleh para siswa semakin kompleks, mulai dari bahaya perundungan (bullying), penyalahgunaan narkoba, judi online, hingga tawuran pelajar.
Pihak sekolah tentu tidak bisa berjalan sendiri dalam mengawasi dan membimbing para siswa. Oleh karena itu, sinergi antara lembaga pendidikan dan institusi kepolisian seperti ini sangatlah krusial.
Materi dan motivasi yang telah disampaikan hari ini membuka cakrawala berpikir anak-anak kita. Kami berharap, setelah mendengar arahan langsung dari Tim Polda, para siswa dapat lebih memahami konsekuensi hukum dan sosial dari setiap tindakan negatif, serta mampu membentengi diri dari pengaruh buruk lingkungan.
Kepada seluruh siswa, jadikan momentum ini sebagai pemacu semangat untuk fokus belajar, mengukir prestasi, dan menjauhi segala bentuk pelanggaran. Ingatlah bahwa masa depan bangsa ini ada di tangan kalian.
"Semoga kerja sama yang baik antara pihak sekolah dan Polda dapat terus berlanjut di masa mendatang demi menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan kondusif bagi proses belajar mengajar," ungkapnya.(Id13)































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda