Disbudparekraf Sumut Pamerkan Replika Nisan Syekh Rukunuddin di PRSU 2026Disbudparekraf Sumut Pamerkan Replika Nisan Syekh Rukunuddin di PRSU 2026

MEDAN (Waspada.id): Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Provinsi Sumatera Utara menghadirkan berbagai koleksi cagar budaya dan peninggalan sejarah pada Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 Tahun 2026. Salah satu yang menjadi perhatian pengunjung adalah replika nisan Syekh Rukunuddin dari Kompleks Makam Mahligai, Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Petugas UPTD Taman Budaya Sumut, Nadil, didampingi Dina, di stan Disbudparekraf Sumut, Kamis (24/7), mengatakan replika nisan tersebut dipamerkan sebagai upaya memperkenalkan sejarah masuknya Islam di Nusantara kepada masyarakat.
"Syekh Rukunuddin diyakini sebagai salah satu ulama awal yang menyebarkan Islam di Nusantara. Makam beliau di Barus hingga kini menjadi salah satu situs sejarah sekaligus tujuan ziarah," ujar Nadil.
Menurutnya, replika nisan tersebut merupakan koleksi Museum Negeri Sumatera Utara yang dipinjamkan kepada Disbudparekraf Sumut untuk dipamerkan selama pelaksanaan PRSU ke-50.
Selain replika nisan Syekh Rukunuddin, stan Disbudparekraf Sumut juga menampilkan berbagai koleksi budaya dan sejarah lainnya, seperti miniatur situs megalit Bawomataluo di Kabupaten Nias Selatan, ukiran gorga Batak Toba, Tongkat Tunggal Panaluan, patung-patung Batak Toba, peralatan pembuatan batik, lukisan atraksi lompat batu Nias, serta sejumlah artefak budaya lainnya.
Keberadaan koleksi tersebut diharapkan dapat memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya Sumatera Utara kepada masyarakat, sekaligus meningkatkan minat generasi muda untuk mengenal warisan budaya daerah.
Berdasarkan catatan sejarah, Syekh Rukunuddin diyakini wafat sekitar tahun 672 Masehi dan dimakamkan di Kompleks Makam Mahligai, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah. Kompleks pemakaman yang berada di kawasan perbukitan seluas sekitar tiga hektare itu memiliki lebih dari 200 makam kuno dengan berbagai bentuk batu nisan.
Makam Syekh Rukunuddin dikenal sebagai salah satu makam tertua di kawasan tersebut. Bersama Situs Papan Tinggi, Kompleks Makam Mahligai menjadi salah satu bukti sejarah yang menunjukkan Barus sebagai salah satu pintu masuk awal penyebaran Islam di Nusantara. Hingga kini, kawasan itu masih menjadi destinasi wisata religi dan sejarah yang banyak dikunjungi peziarah maupun peneliti.
Melalui partisipasi dalam PRSU ke-50, Disbudparekraf Sumut berharap masyarakat semakin mengenal nilai sejarah, budaya, dan peradaban yang dimiliki Sumatera Utara, sekaligus mendorong pelestarian warisan budaya untuk generasi mendatang. (Wsp.id)































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda