Breaking News
Memuat breaking news...

Distan Ketapang Sumut Beri Edukasi Budidaya Ayam Petelur Di PRSU Ke-50

Redaksi
Redaksi
Minggu, 26 Juli 2026 - 4.08 PM WIB
Distan Ketapang Sumut Beri Edukasi Budidaya Ayam Petelur Di PRSU Ke-50
Stan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan Ketapang) Sumut. Waspada.id/ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan Ketapang) Sumut memberikan edukasi langsung mengenai panduan budidaya ayam petelur kepada masyarakat dalam ajang Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 di Kompleks PRSU, Medan, Minggu (26/7/2026).

Staf Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut, Prasetyo, mengatakan sosialisasi ini dihadirkan untuk mendorong kemandirian pangan masyarakat sekaligus membuka peluang wirausaha peternakan. Menurutnya, jenis ayam petelur seperti ras Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) dan ELBA sangat potensial dikembangkan skala rumah tangga maupun usaha komersial.

"Ayam petelur KUB dan ELBA memiliki daya tahan tubuh tinggi terhadap penyakit, adaptif terhadap lingkungan, serta mampu menghasilkan telur dengan cita rasa khas yang bergizi dan diminati masyarakat," ujar Prasetyo saat ditemui di stand pameran, Minggu (26/7/2026).

Prasetyo memaparkan enam langkah utama dalam budidaya ayam petelur agar menghasilkan produksi yang maksimal dan berkelanjutan:

Pemilihan Bibit Berkualitas: Menggunakan bibit DOC/Pullet terpercaya dengan ciri fisik aktif, mata cerah, bulu rapi, serta bebas dari cacat dan penyakit. Ayam betina mulai bertelur pada usia 6–7 bulan.

Kandang Ideal: Menyiapkan kandang ber-ventilasi lancar, kering, bersih, dengan kepadatan 6–8 ekor/m², serta dilengkapi tempat bertelur (nest box) dan air minum bersih.

Pakan Berseimbang: Pemberian pakan disesuaikan dengan fase pertumbuhan, yaitu Starter (0–8 minggu), Grower (8–18 minggu), dan Layer (mulai 18 minggu) yang kaya protein, kalsium, serta mineral, ditambah pakan tambahan hijauan.

Perawatan & Biosekuriti: Menerapkan program vaksinasi berkala (ND, AI, IB), menjaga kebersihan kandang, rutin menyemprotkan desinfektan, serta memisahkan ternak yang terindikasi sakit.

Manajemen Produksi: Memberikan pencahayaan ideal 16 jam per hari pada fase produksi, mengumpulkan telur 2–3 kali sehari agar tidak pecah, dan mencatat hasil produksi harian.

Pasca Panen: Menyimpan telur di tempat sejuk (18–22°C) dan kering tanpa mencucinya terlebih dahulu, serta melakukan penyortiran pada telur yang retak.

Selain menyajikan informasi peternakan, stand Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut di PRSU ke-50 juga memamerkan berbagai produk unggulan lainnya. Pengunjung dapat melihat langsung komoditas perkebunan utama Sumut seperti kelapa sawit, kopi, cokelat (kakao), karet, dan kelapa, serta aneka buah-buahan lokal dan sayuran segar.

Stan ini juga menghadirkan Zona Hidroponik modern lengkap dengan layanan konsultasi gratis, kampanye edukasi gizi sehat B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman), hingga pameran produk makanan olahan hasil hilirisasi kelompok tani binaan. (wsp.id)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement