Breaking News
Memuat breaking news...

Dit Polairud Poldasu Dan BP3MI Gagalkan Penyelundupan Pekerja Ilegal Di Perairan Batubara

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 22 Juni 2024 - 8.47 PM WIB
Dit Polairud Poldasu Dan BP3MI Gagalkan Penyelundupan Pekerja Ilegal Di Perairan Batubara
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

BELAWAN (Waspada): Petugas gabungan Dit Polairud Polda Sumut dan Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) menggagalkan penyelundupan orang ke Malaysia melalui kapal nelayan di perairan Kabupaten Batubara, Sabtu (22/6) malam.

Sebanyak 14 orang calon pekerja migran ilegal diamankan, seorang diantaranya wanita serta nahkoda dan tiga awak kapal.

Para pekerja migran ilegal tersebut mengunakan paspor pelancong, langsung diboyong ke dermaga Dit Polairud Polda Sumut di Belawan.

Kasubdit Gakkum Dit Polairud Polda Sumut, Kompol Budi Prasetyo, menyebutkan, pihaknya mendapat informasi dari masyarakat terkait adanya kapal nelayan yang membawa sejumlah pekerja ilegal menuju negara Malaysia melalui jalur laut., petugas gabungan melakukan patroli menemukan kapal membawa 14 PMI ilegal akan berangkat ke Malaysia melalui jalur laut.

"Kapal nelayan tersebut diamankan di kawasan perairan lampu biruk merah, Kabupaten Batubara. Ada 14 pekerja migram ilegal, nahkoda dan 3 awak kapal yang diamankan," ujar Kompol Budi Prasetyo.

Dijelaskan Kompol Budi, pihaknya sudah mengetahui identitas agen tenaga kerja ilegal dan keberadaannya sekaligus terus mengerahkan kapal patroli, untuk menjaga perairan Batubara dan Tanjungbalai yang selama ini menjadi tempat keberangkatan para migran Indonesia dengan cara estafet melalui jalur laut.

Para pekerja migran ilegal tersebut akan diserahkan ke BP3MI untuk dipulangkan ke kampung halamannya.(m27)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement