Breaking News
Memuat breaking news...

Diteriaki, Trump Minta Dua Anggota DPR Partai Demokrat Dideportasi

Redaksi
Redaksi
Kamis, 26 Februari 2026 - 1.19 PM WIB
Diteriaki, Trump Minta Dua Anggota DPR Partai Demokrat Dideportasi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta dua anggota Kongres dari Partai Demokrat, Rashida Tlaib dan Ilhan Omar, dideportasi secepatnya dari AS.

Permintaan itu disampaikan setelah kedua anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu meneriaki Trump saat menyampaikan pidato kenegaraan di Capitol pada Selasa (24/2).

"Ketika orang bisa berperilaku seperti itu, dan mengetahui bahwa mereka adalah politisi curang dan korup, yang sangat buruk bagi negara kita, maka kita harus mengirim mereka kembali ke tempat asalnya secepat mungkin," tulis Trump di Truth Social, Rabu (25/2).

"Mereka hanya bisa merusak Amerika Serikat," lanjut Trump.

Tlaib dan Omar meneriaki Trump saat sang Presiden berpidato di hadapan parlemen pada Selasa malam. Keduanya mengecam Trump atas kematian warga AS di tangan petugas imigrasi ICE.

"Anda telah membunuh warga Amerika!" teriak Omar, seperti dikutip Anadolu Agency.

Para anggota Partai Demokrat sebelumnya telah diwanti-wanti oleh pemimpin mereka untuk tidak tersulut emosi selama mendengar pidato Trump.

Para kader mulanya cuma diam dan menggelengkan kepala ketika mendengar pernyataan yang tidak mereka setujui. Namun, begitu Trump membahas soal imigrasi, mereka tak tahan dan akhirnya berteriak.

Ilhan Omar adalah perempuan Muslim kelahiran Somalia. Ia sudah hampir 30 tahun menjadi warga AS secara sah. Rashida Tlaib sementara itu merupakan warga Palestina-Amerika yang lahir di Detroit, Michigan.

Baik Omar maupun Tlaib tidak memenuhi syarat untuk dideportasi.

Pada Rabu, Omar membuat pernyataan di X bahwa ia melontarkan apa yang ingin dikatakan kepada Trump selama sesi sidang.

"Saya sudah mengatakan apa yang ingin saya katakan. Saya harus mengingatkan Trump bahwa pemerintahannya bertanggung jawab atas kematian dua konstituen saya," tulis perwakilan dari Minnesota tersebut.

Pada Januari lalu, dua warga Minnesota, Alex Jeffrey Pretti dan Renee Good, tewas dalam operasi ICE terpisah. Mereka ditembak petugas saat memprotes operasi imigrasi.(cnni)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement