Breaking News
Memuat breaking news...

Dituding Ciptakan Kekisruhan, DPRD Medan Cecar Dirut PUD Pasar Medan

Redaksi
Redaksi
Selasa, 14 April 2026 - 3.41 PM WIB
Dituding Ciptakan Kekisruhan, DPRD Medan Cecar Dirut PUD Pasar Medan
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Wakil Ketua DPRD Medan Hadi Suhendra bersama anggota DPRD Medan Komisi III cecar Dirrektur Utama (Dirut) PUD Pasar Kota Medan, Anggia Ramadhan. Dewan mempertanyakan kebijakan Dirut karena melakukan pergantian penjaga malam di sejumlah pasar yang menimbulkan suasana tidak kondusif.

Dalam suasana rapat di Komisi III gedung DPRD Medan, Senin (13/4) sore, tampak jalannya rapat berlangsung tegang. Apalagi, Dirut PUD Pasar terlihat kurang percaya diri menghadapi dan menjawab pertanyaan yang bertubi tubi dari para anggota dewan.

"Apa alasan Dirut tidak menjalankan rekomendasi Komisi III hasil RDP bulan lalu yakni memgevaluasi kinerja guna peningkatan PAD. Kok malah melakukan kebijakan memutus kontrak dengan pihak ke tiga sebagai jaga malam di pasar," tandas Ketua Komisi III Salomo Pardede.

Ditambahkan Salomo, tugas Dirut memambah PAD dan tetap menciptakan suasana kondusif di Pasar. "Bila melakukan kebijakan hendaknya dikordinasikan dulu jangan sampai menimbulkan kekisruhan apalagi kegiatan pasar itu bersentuhan dengan keramaian," ujar Salomo.

Pernyataan Salomo dikuatkan Wakil Ketua DPRD Medan H Hadi Suhendra, disampaikannya tidak harus mengusik hal kecil alasan untuk meningkatkan PAD. "Melakukan pergantian jaga malam di setiap pasar dengan penggantinya diduga dari orang dekat Dirut sangat lah tidak tepat. Bisa dilakukan evaluasi dengan sistem transparan dan kesanggupan menaikkan PAD," imbuhnya.

Kalau untuk menaikkan PAD kata Hadi Suhendra, itu Aksara KUPI eks pasar Aksara harus diambil alih. "Jangan hal kecil dimainkan, hal besar tutup mata," cetusnya.

Ditambahkan Hadi, dengan jumlah kontrak Rp 500 juta dalam 5 tahun dari Aksara KUPI dinilai terlalu kecil. "Lebih bagus itu dikelola PUD Pasar supaya PAD lebih besar. Kejar itu pengelolaan Aksara KUPI supaya dikelola PUD Pasar. Kami tunggu potensi PAD sangat besar," sarannya.

Menyahuti kritikan para anggota dewan, Dirut PUD Pasar Anggia Ramadhan megatakan siap menjalankan saran dewan akan mengkaji nilai kontrak Aksara KUPI bila perlu memgambil alih. "Ini akan kami diskusikan sama APH, dan berharap tetap mendapat dukungan Komisi III DPRD Medan. (Id143)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement