Breaking News
Memuat breaking news...

Dosen Polmed Rancang Mesin Pencacah Daun Sawit Perajin Kompos

Redaksi
Redaksi
Kamis, 17 November 2022 - 5.34 PM WIB
Dosen Polmed Rancang Mesin Pencacah Daun Sawit Perajin Kompos
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): Lahan perkebunan kelapa sawit yang cukup luas di daerah Langkat, memberi peluang bagi masyarakat di sana untuk melakukan usaha pembuatan pupuk kompos dari bahan daun kelapa sawit.

Salah seorang warga Desa Tanjung Putus, Kec. Padang Tualang, Kab. Langkat yang melakukan usaha tersebut adalah Sujiman yang merupakan merupakan mitra Program Penerapan Teknologi Tepat Guna (PPTTG) Polmed.

Namun melimpahnya bahan baku, tidak serta merta dapat meningkatkan kualitas hidup perajin pupuk kompos ini. Karena perajin masih melakukan pencacahan terhadap daun kelapa sawit tersebut dengan cara manual yaitu menggunakan parang, sehingga kuantitas yang dihasilkannya tidak banyak.
Mereka hanya mampu menghasilkan kompos antara 100-150 kg per bulan. Sementara, permintaan pupuk kompos khususnya bagi pertanian sangat besar karena dipandang lebih murah dan aman bagi lingkungan.

Untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi mitra tersebut, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Polmed yang diketuai NisfanBahri ST, MT, dengan anggota Drs. Bambang Sugiyanto MP, Dr. Joko Kusmanto MHum, dan Winda Syafitri SPd, MPd, belum lama ini melakukan rancang bangun mesin pencacah daun kelapa sawit.

Menurut mereka, dengan mesin pencacah tersebut mitra diharapkan dapat meningkatkan kuantitas produksinya hingga 300 kg per bulan untuk tahun pertama pelaksanaannya. Kuantitas dapat ditingkatkan seiring mitra meningkatkan kualitas pupuk komposnya di tahun-tahun berikutnya.

Selain merancang bangun mesin pencacah daun sawi tersebut, terlebih dahulu tim juga memberikan pelatihan kepada para perajin untuk mengoperasikan dan merawat mesin yang telah dibangun tersebut.
"Sehingga dengan peningkatan produksi pupuk kompos tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup mitra dan lingkungannya," ujarnya. (h02)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement