Dosen Unimed Edukasi Mitigasi Banjir Bagi Guru, Orang Tua, Dan Siswa SD NursyamsianiDosen Unimed Edukasi Mitigasi Banjir Bagi Guru, Orang Tua, Dan Siswa SD Nursyamsiani

MEDAN (Waspada.id) – Dosen Universitas Negeri Medan (Unimed) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema "Mitigasi Risiko Banjir Berbasis Green Infrastructure untuk Mewujudkan Sekolah Hijau dan Tangguh Bencana" di SD Nursyamsiani, Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap mitigasi bencana sejak usia dini.
Kegiatan ini mengusung tema “Mitigasi Risiko Banjir Berbasis Green Infrastructure untuk Mewujudkan Sekolah Hijau dan Tangguh Bencana” diketuai oleh Wahyu Hutria, S.Pd., M.Pd. T., Dosen Pendidikan Teknik Bangunan Unimed, bersama tim multidisipliner yang terdiri dari Trimailuzi, M.Pd.T., Muh Fisqi Dirga, S.Pd., M.Pd., Dr. Yusuf Aulia Lubis, M.T., M.Si., dan Mita Dwi Putri, S.Pd., M.Pd., serta empat mahasiswa program studi Pendidikan Teknik Bangunan.
Ketuai PKM, Wahyu Hutria, S.Pd., M.Pd. T., mengatakan, Senin (27/7) kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan keterampilan guru, siswa, serta orang tua siswa dalam upaya mitigasi risiko banjir melalui pendekatan green infrastructure atau infrastruktur hijau, yaitu cara mengelola air hujan dengan memanfaatkan alam dan lingkungan hijau agar dapat menampung air, menyerap air, memperbanyak ruang hijau, serta memanfaatkan kembali air hujan untuk melindungi lingkungan sekolah.
Materi diawali dengan penjelasan mengenai penyebab terjadinya banjir, mulai dari tanah yang tertutup beton, saluran air yang tersumbat sampah, hingga berkurangnya pohon dan tanaman yang menyebabkan air sulit meresap ke dalam tanah. Salah satu solusi sederhana namun efektif yang diperkenalkan adalah pembuatan lubang resapan biopori, yang dapat mempercepat peresapan air hujan ke dalam tanah sekaligus mengolah sampah organik menjadi kompos.
Pada hari pelaksanaan, kegiatan dimulai dengan sesi edukasi interaktif bersama guru, siswa, dan orang tua siswa mengenai berbagai upaya yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal, di antaranya pembuatan lubang biopori, taman resapan (rain garden), penampungan air hujan, penanaman pohon, penggunaan permukaan ramah air, hingga menjaga kebersihan saluran drainase.
Fokus utama pelatihan diarahkan pada pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB), yakni lubang di dalam tanah yang dibuat untuk meningkatkan daya resap air sekaligus mengubah sampah organik menjadi kompos yang menyuburkan tanah. Metode ini pertama kali dicetuskan oleh Dr. Kamir R. Brata, peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB).
Sesi praktik berlangsung secara langsung di halaman sekolah, di mana guru, siswa, dan orang tua siswa didampingi tim dosen dan mahasiswa Unimed membuat lubang biopori menggunakan alat bor tanah, kemudian mengisinya dengan sampah organik agar dapat terurai menjadi kompos dan meningkatkan pori-pori tanah di sekitarnya.
Guru, siswa, dan orang tua siswa terlihat sangat antusias dan aktif sesi tanya jawab selama penyampaian materi dan praktik berlangsung. Mereka juga diajak memahami dampak sederhana namun nyata dari kebiasaan menjaga lingkungan, seperti membuang sampah pada tempatnya, tidak membuang sampah ke saluran air, merawat pohon, serta menampung dan memanfaatkan air hujan.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan (PTB) Unimed Wahyu Hutria sebagai ketua tim bertanggung jawab penuh atas keseluruhan pelaksanaan, sedangkan Trimailuzi mendampingi praktik teknis dan evaluasi. Muh Fisqi Dirga bertanggung jawab dalam penyusunan laporan dan publikasi, sementara Dr. Yusuf Aulia Lubis berperan sebagai teknisi dokumentasi kegiatan. Mita Dwi Putri sebagai narasumber penyampaian materi.
Mahasiswa yang terlibat turut membantu jalannya penyuluhan serta memastikan seluruh guru, siswa, dan orang tua siswa dapat mempraktikkan langsung pembuatan lubang biopori dengan baik dan aman.
Pihak SD Nursyamsiani menyambut baik kegiatan ini dan berharap program serupa dapat terus dilanjutkan secara berkala demi mewujudkan sekolah yang lebih hijau, aman, dan tangguh terhadap bencana.
Melalui kegiatan ini, seluruh pihak sepakat untuk memulai perubahan dari hal-hal kecil, mulai dari satu anak yang peduli, satu guru yang menginspirasi, satu keluarga yang mendukung, hingga satu sekolah yang bergerak bersama menuju masyarakat yang tangguh.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam penerapan inovasi lingkungan berkelanjutan, sekaligus menegaskan komitmen Unimed dalam mendukung pendidikan lingkungan hidup dan mitigasi bencana sejak usia dini.(wsp.id)































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda