Dosen UNIMED Hadirkan Teknologi Solar Cell Untuk Kapal Nelayan Cumi-Cumi di Belawan, Hemat Energi dan Ramah LingkunganDosen UNIMED Hadirkan Teknologi Solar Cell Untuk Kapal Nelayan Cumi-Cumi di Belawan, Hemat Energi dan Ramah Lingkungan

MEDAN (Waspada.id): Universitas Negeri Medan (UNIMED) kembali menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat kembali diwujudkan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).
Kali ini, tim dosen UNIMED memperkenalkan teknologi solar cell sebagai sistem penerangan pada kapal nelayan penangkap cumi-cumi di Belawan, Sumatera Utara.
Program ini bertujuan membantu nelayan memperoleh sumber energi yang lebih efisien, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak, sekaligus mendorong pemanfaatan energi terbarukan yang ramah lingkungan.
Kegiatan bertajuk "Teknologi Solar Cell sebagai Penerangan Kapal Penangkap Cumi-Cumi di Belawan" dipimpin oleh Muhammad Dani Solihin dari Program Studi Teknik Elektro. Tim pelaksana terdiri atas dosen lintas disiplin, yaitu Erita Astrid, Desman Jonto Sinaga, Fathia Rahmadini, dan Aditiya Pratama Daryana dari Program Studi Teknik Elektro dan Program Studi Gizi.

Dalam pelaksanaannya, tim PKM tidak hanya menyerahkan bantuan berupa perangkat pembangkit listrik tenaga surya, tetapi juga langsung memasangnya pada kapal milik mitra nelayan, Mustakim Lubis. Sistem tenaga surya tersebut dimanfaatkan sebagai sumber listrik untuk penerangan saat nelayan melakukan penangkapan cumi-cumi pada malam hari.
Ketua tim PKM, Muhammad Dani Solihin, menjelaskan bahwa pemanfaatan energi matahari merupakan solusi yang tepat bagi sektor perikanan tradisional. Selain mampu menekan biaya operasional, teknologi ini juga memberikan pasokan listrik yang lebih efisien dan berkelanjutan.
"Teknologi solar cell diharapkan dapat menjadi alternatif sumber energi yang berkelanjutan bagi nelayan. Selain meningkatkan efisiensi biaya operasional, penggunaan energi terbarukan juga mendukung upaya pelestarian lingkungan dan pengurangan emisi karbon," ujarnya.
Bagi para nelayan, penerangan merupakan faktor penting dalam aktivitas penangkapan cumi-cumi yang dilakukan pada malam hari. Karena itu, kehadiran sistem tenaga surya dinilai mampu meningkatkan kenyamanan sekaligus mendukung produktivitas saat melaut.
Mustakim Lubis selaku mitra nelayan menyampaikan apresiasinya atas program yang dilaksanakan oleh tim dosen UNIMED. Menurutnya, bantuan teknologi tersebut memberikan manfaat nyata bagi nelayan, terutama dalam mengurangi kebutuhan bahan bakar untuk penerangan kapal.
Selain pemasangan perangkat, tim pengabdian juga memberikan pelatihan mengenai cara pengoperasian dan perawatan panel surya, baterai, serta sistem kelistrikan. Edukasi ini diharapkan mampu memastikan teknologi yang diterapkan dapat dimanfaatkan secara optimal dan memiliki umur pakai yang lebih panjang.
Melalui kegiatan ini, Universitas Negeri Medan kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat. Inovasi teknologi yang diterapkan tidak hanya menjadi solusi atas kebutuhan nelayan pesisir, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan energi baru terbarukan yang lebih luas untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kesejahteraan masyarakat.
Program ini diharapkan menjadi inspirasi bagi komunitas nelayan lainnya untuk mulai beralih memanfaatkan energi bersih sebagai bagian dari upaya mewujudkan sektor perikanan yang lebih modern, hemat energi, dan berkelanjutan. (Id13)































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda