Breaking News
Memuat breaking news...

DPC PKB Padang Lawas Laporkan Lukman Edy Pencemaran Nama Baik

Redaksi
Redaksi
Kamis, 8 Agustus 2024 - 3.20 PM WIB
DPC PKB Padang Lawas Laporkan Lukman Edy Pencemaran Nama Baik
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

PADANG LAWAS (Waspada): Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Padang Lawas (Palas), Sumatera Utara, melaporkan mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKB Lukman Edy ke Polres Padang Lawas, Kamis (8/8).

Ketua DPC PKB Padang Lawas, H. Fahmi Anwar Nasution, didampingi Sekretaris Dewan Syuro, H. Arnan Yunardi Nasution dan bendahara, Wildan Henry Hasibuan mengatakan bahwa laporan tersebut lantaran sakit hati dengan pernyataan Lukman Edy yang menyebut partainya tidak transparan.

Padahal, kata Fahmi, sebagai mantan Sekjen PKB dan pernah berjuang bersama, tidak layak hal itu diucapkan. Apalagi, kata dia, pernyataan Lukman Edy itu seluruhnya tidak benar dan fitnah.

https://www.waspada.id/medan/pkb-sumut-laporkan-lukman-edi-ke-polda-sumut/

Padahal Lukman Edy pernah di PKB, pernah berjuang bersama-sama dan berproses bersama.

"Tetapi setelah keluar dari PKB ia justru menjelek-jelekkan PKB, sehingga kami rasa memang sudah lampaui batas, kata Fahmi saat bertemu di Mapolres Padang Lawas. Sementara bentuk laporan, menyangkut dugaan pencemaran nama baik terhadap kehormatan partai," sebutnya.

"Lukman Edy dinilai sudah melanggar ketentuan pidana karena telah mencemarkan nama baik PKB dan pimpinan partai yaitu Ketua Umum Muhaimin Iskandar," tambah Fahmi.

"Sebelumnya DPP dan DPW sudah membuat laporan, hari ini DPC se Indonesia sama-sama melaporkan, supaya menjadi perhatian penegak hukum dan segera ditindaklanjuti," katanya.

Kasat reskrim AKP Raden Saleh, SH melalui Kanit III, Iptu B.C Nasution, SH, MH menerima laporan DPC PKB Palas, sekaligus meminta melengkapi laporan secara tertulis terkait dugaan pencemaran nama baik tersebut. (a30)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement