Breaking News
Memuat breaking news...

DPR RI Bersama BKKBN Sumut Edukasi Masyarakat Bahaya Stunting

Redaksi
Redaksi
Senin, 29 Juli 2024 - 12.39 PM WIB
DPR RI Bersama BKKBN Sumut Edukasi Masyarakat Bahaya Stunting
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara bersama Komisi IX DPR RI - Delia Pratiwi Br. Sitepu memberikan edukasi kepada warga Desa Telagah Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat tentang bahaya stunting bagi anak.

"Kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab kami, rasa kebersamaan kami, rasa kecintaan kami terhadap masyatakat, untuk turun langsung menemui masyarakat yang sangat kami sayangi, agak masyarakat paham dan mengerti bagaimana menjauhkan diri dari bahaya stunting" ungkap Anggota Komisi IX DPR RI Delia Pratiwi Br.Sitepu dihadapan 300 orang peserta, Minggu (28/7)

Dia mengatakan kolaborasi bersama BKKBN Sumut diharapkan dapat menjadi upaya nyata dalam percepatan penurunan stunting, khususnya di Kab.Langkat yang mengalami penurunan berdasarkan hasil SKI 2023 menjadi sebesar 16,9 persen" ungkapnya dengan optimis.

Delia mengungkapkan anak dapat terbebas stunting harus ada keterlibatan kedua orang tua, ayah dan ibu. Tidak boleh ada lagi yang mengatakan anak merupakan urusan ibu, ayah harus terlibat. Pemenuhan gizi mulai dari dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun merupakan tanggung jawab bersama ibu dan ayah.

"Saya harapkan ibu-ibu untuk memperhatikan asupan gizi anak agar stunting bisa di cegah. Kaum ayah juga harus semangat bekerja, cari nafkah penuhi gizi ibu dan anaknya,. Saya yakin kalau kita sudah berusaha sekuat tenaga, Allah pasti memudahkan kerja keras kita." jelasnya.

Sementara itu Ketua Pokja Advokasi, KIE dan Hubungan Antar Lembaga Perwakilan BKKBN Sumut - Rabiatun Adawiyah menyampaikan apresiasi atas dukungan Komisi IX DPR RI sebagai mitra strategis BKKBN dalam pelaksanaan Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting.

Dia berharap kegiatan itu mampu memberikan informasi yang jelas dan akurat kepada seluruh pihak yang hadir tentang Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting, sehingga dapat bersama-sama mencegah terjadinya stunting dalam keluarga.

"Stunting bukanlah sebuah penyakit, namun sebuah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan(HPK)," katanya.

Menurut dia, 1.000 HPK yaitu saat mulai terbentuknya janin dalam kandungan hingga bayi berusia 2 tahun.

Rabiatun menyebutkan pencegahan stunting tidak bisa dilakukan BKKBN Sumut saja, namun dibutuhkan dukungan peran serta dari semua pihak baik pemerintah, swasta, akademisi, masyarakat, media, dan Komisi IX DPR RI sebagai mitra strategis BKKBN.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Camat Kecamatan Sei Bingei, Kepala Desa se-kecamatan Sei Bingei, Perwakilan Polsek Sei Bingei, Tokoh Agama, Tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda dan 300 orang masyarakat.(m22)

Waspada/ist
Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara bersama Komisi IX DPR RI - Delia Pratiwi Br. Sitepu memberikan edukasi tentang stunting.

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement