Breaking News
Memuat breaking news...

DPW MASA Sumut Apresiasi Terbentuknya Koperasi Konsumen Warga NU Kota Medan

Redaksi
Redaksi
Selasa, 6 Desember 2022 - 9.17 AM WIB
DPW MASA Sumut Apresiasi Terbentuknya Koperasi Konsumen Warga NU Kota Medan
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): DPW Masyarakat Sadar Adat (MASA) Sumut sangat mengapresiasi terbentuknya Koperasi Konsumen Warga Nahdlatul Ulama (NU) Kota Medan yang dilaksanakan oleh Pengurus Cabang (PC) NU Kota Medan, Minggu, (4/12).

Ketua DPW MASA Sumut, Disti Nuaridho saat memberikan kata sambutanya diacara launching Koperasi Konsumen Warga NU tersebut yang juga dihadiri Wali Kota Medan M Bobby Nasution, mengatakan, ada 2 budaya yang hari ini sudah mulai luntur di masyarakat, yakni budaya gotong royong dan kekerabatan.

"Untuk itu, Koperasi ini salah satu aksi nyata dalam upaya meningkatkan budaya gotong royong dan budaya kekerabatan di tengah masyarakat, khususnya untuk warga NU Kota Medan.

Semangat Gotong royong, sambung Disti, adalah semangat yang disampaikan oleh tokoh proklamator bangsa Indonesia, Dr. Mohammat Hatta yang juga dikenal sebagai Bapak koperasi Indonesia, selaku inisiator dan pendiri Koperasi di Indonesia.

"Dalam agama Islam, Koperasi juga dikenal dan masuk dalam golongan syirkah/syarikah, yang artinya kemitraan. Yang mana, koperasi juga merupakan salah satu bentuk pengamalan dari Surat Al Maidah Ayat 2, yang artinya "Dan Tolong menolonglah Kamu Dalam mengerjakan Kebaikan dan taqwa, Dan Jangan Tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan," tuturnya.

Untuk itu, sambungnya lagi, dia sangat mengapresiasi terbentuknya Koperasi Konsumen Warga NU di Kota Medan ini. "Dan saya akan langsung mendaftarkan diri sebagai anggota koperasi ini," pungkasnya. (h01)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement