Breaking News
Memuat breaking news...

Dr. Azizy Gladylola Mastura: Jejak Bakti Sang Putri Jenderal di Medan Kemanusiaan

Redaksi
Redaksi
Rabu, 30 Juli 2025 - 11.48 AM WIB
Dr. Azizy Gladylola Mastura: Jejak Bakti Sang Putri Jenderal di Medan Kemanusiaan
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Sinar mentari pagi menyinari Graha Sabha Pramana, Universitas Gadah Mada, menyaksikan momen sakral: upacara sumpah dokter periode IV Tahun Akademik 2024/2025.

Di antara puluhan dokter muda yang dilantik, terdapat sosok istimewa: dr. Azizy Gladylola Mastura, putri kedua Mayjen Achmad Daniel Chardin, mantan Pangdam I/Bukit Barisan dan mantan Kasdam Iskandar Muda.

Hari ini bukan hanya pencapaian pribadi Azizy, melainkan juga buah dari doa dan perjuangan panjang keluarga.

"Lusa Sumpah Dokter puteri saya ke-2, Azizy… Alhamdulillah… Siap untuk memulai pengabdiannya untuk masyarakat yang butuh kemampuan dokter. Semoga berkah… Aamiin YRA…," tulis Mayjen Achmad Daniel Chardin dalam pesan singkat yang sarat makna, menggambarkan kebahagiaan dan harapannya.

Perjalanan Azizy menuju mimbar pengabdian ini tak lepas dari kerja keras dan dedikasi. Bertahun-tahun ia melewati ujian, bergelut di laboratorium dan ruang kuliah, menempa dirinya untuk menjadi seorang dokter yang tak hanya cerdas, tetapi juga berempati dan rendah hati.

"Dengan penuh rasa syukur, kami persembahkan: dr. Azizy Gladylola Mastura. Di awal langkahnya menggapai asa, wujudkan bakti pada sesama,” ungkap keluarga, mengungkapkan rasa bangga dan harapan akan pengabdiannya.

Warisan Pengabdian: Dari Medan Tempur ke Medan Kemanusiaan

Darah pengabdian mengalir kuat dalam diri Azizy. Ia mewarisi jiwa disiplin dan dedikasi ayahnya, seorang jenderal yang bertugas di medan tempur. Namun, Azizy memilih medan perjuangan yang berbeda: medan kemanusiaan.

Ia memilih mengabdi kepada masyarakat melalui ilmu dan layanan medis, memberikan penyembuhan dan harapan bagi mereka yang membutuhkan. Menjadi dokter baginya bukan sekadar profesi, melainkan panggilan jiwa untuk memahami dan meringankan penderitaan sesama.

Sumpah Dokter: Janji Suci di Awal Perjalanan

Upacara sumpah dokter bukanlah sekadar seremonial akademik. Ini adalah momen krusial, titik awal perjalanan panjang Azizy dalam mengabdikan diri pada sumpah moral dan kemanusiaan.

Gelar dokter yang diraihnya bukanlah tujuan akhir, melainkan bekal untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Di hadapan para dosen, keluarga, dan Tuhan, Azizy telah mengucapkan sumpahnya, menandai komitmennya untuk menggunakan ilmu dan keahliannya dalam melayani dan menyembuhkan.

Semoga langkah dr. Azizy Gladylola Mastura diiringi keberkahan dan menjadi berkah bagi banyak orang. Pengabdiannya yang tulus akan menjadi penerus jejak bakti, menghubungkan warisan pengabdian ayahnya di medan tempur dengan pengabdiannya di medan kemanusiaan. Semua atas izin Mu ya Nur Hu Limpah. Aamiin****

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement