Breaking News
Memuat breaking news...

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo PKB Dorong Pemerataan Pendidikan Dan Pengurangan Utang

Redaksi
Redaksi
Jumat, 23 Oktober 2026 - 11.22 AM WIB
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo PKB Dorong Pemerataan Pendidikan Dan Pengurangan Utang
Dialektika Demokrasi bertema "Mengupas Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Kebijakan yang Berpihak pada Rakyat, Ekonomi Kuat, Hingga Kemandirian Nasional", di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (22/10/2026). (waspada.id/KWP)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

JAKARTA (Waspad.id): Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Oleh Soleh, menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto selama dua tahun telah menunjukkan upaya menjalankan amanat konstitusi.

Meski mengapresiasi sejumlah capaian, ia menekankan perlunya perbaikan di sektor pendidikan, pemberantasan narkoba dan judi online, optimalisasi kelautan, serta pengurangan utang negara.

Oleh mengapresiasi program Sekolah Rakyat, Keluarga Harapan (PKH), bantuan beras, dan Indonesia Pintar sebagai upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperluas akses pendidikan.

Ia juga menilai pemerintah berupaya menekan kebocoran kekayaan negara melalui pengawasan, termasuk kolaborasi dengan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH).

Di bidang ekonomi, Oleh, menilai Indonesia masih menunjukkan ketahanan di tengah tekanan geopolitik global. Ia menyoroti pertumbuhan ekonomi serta penurunan kemiskinan dan pengangguran sebagai capaian yang perlu diapresiasi. Namun, ia meminta pemerintah mengurangi kesenjangan antara pendidikan formal dan non-formal, khususnya pesantren, serta memperkuat pemberantasan narkoba dan judi online yang dinilai mengancam masyarakat.

Oleh juga mendorong optimalisasi potensi kelautan Indonesia dan pengelolaan sumber daya alam untuk mengurangi ketergantungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terhadap utang.

“Secara makro, beliau sudah menjalankan konstitusi dengan baik. Masih ada kekurangan, tetapi semuanya sedang diperbaiki,” ujar dalam Dialektika Demokrasi bertema "Mengupas Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Kebijakan yang Berpihak pada Rakyat, Ekonomi Kuat, Hingga Kemandirian Nasional", di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Ia berharap pemerintah terus memperbaiki kebijakan agar pembangunan semakin merata dan cita-cita Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur dapat terwujud.

Perbaiki Tata Kelola

Pada diskusi yang anggota Fraksi Partai Golkar di DPR RI, Ahmad Irawan, mendorong pemerintah Presiden Prabowo Subianto memperbaiki tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, dan dana transfer ke daerah. Perbaikan dinilai penting untuk menjawab kritik publik sekaligus memastikan program prioritas pemerintah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ahmad Irawan mengatakan, partai-partai koalisi memiliki tanggung jawab bersama untuk menyukseskan pemerintahan. Menurut dia, sejumlah kebijakan transformatif pemerintah belum mendapat perhatian yang sepadan akibat lemahnya sosialisasi dan beredarnya informasi yang keliru.

“Tanggung jawab kami sama besarnya dengan Partai Gerindra dan partai-partai koalisi lainnya untuk menyukseskan pemerintahan ini,” katanya.

Dalam bidang reforma agraria, Ahmad menilai kebijakan pemerintah perlu melampaui legalisasi aset dan pembagian sertifikat tanah. Penyelesaian konflik agraria, harmonisasi data pertanahan, serta koordinasi antarkementerian menjadi langkah penting untuk memastikan masyarakat memperoleh kepastian atas penguasaan lahan. Ia juga menilai kebijakan satu data diperlukan untuk menyelaraskan informasi antarkementerian dan lembaga.

Terkait MBG, Ahmad menilai program tersebut penting bagi pemenuhan gizi masyarakat. Namun, pengawasan anggaran dan pelaksanaannya harus diperkuat, sementara setiap penyimpangan perlu ditindak sesuai hukum.

“Kita membutuhkan program seperti ini dan sebenarnya kita harus mengapresiasi Presiden. Ini adalah bukti kepedulian kepada masyarakat,” ujarnya, sembari menambahkan bahwa anggaran program tersebut telah dirasionalisasi dari lebih dari Rp360 triliun menjadi sekitar Rp240 triliun, angka yang perlu dikonfirmasi melalui dokumen anggaran resmi.

Untuk Koperasi Desa Merah Putih, Ahmad mendesak pemerintah mempercepat operasional agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat. Menurut dia, koperasi tersebut berpotensi mendukung distribusi barang bersubsidi dan kebutuhan logistik desa.

“Kami ingin mendorong agar Koperasi Desa Merah Putih segera beroperasi, supaya publik bisa melihat bahwa apa yang kita bangun selama ini memang memberikan manfaat,” katanya.

Ahmad juga menyoroti ketergantungan pemerintah daerah pada dana transfer pusat. Ia menyebut kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) di banyak daerah masih sekitar 10 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Karena itu, pemerintah daerah perlu meningkatkan inovasi, memperbaiki tata kelola, dan memperkuat kemandirian fiskal. Ia turut mengingatkan pemerintah agar tidak mengumumkan kebijakan yang belum matang karena berpotensi memperburuk persepsi masyarakat.

Di tengah tekanan geopolitik global, Ahmad menilai kebijakan mempertahankan subsidi dan kompensasi energi menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada masyarakat. “Hingga saat ini, subsidi dan kompensasi energi masih ditanggung pemerintah. Itu adalah bukti nyata keberpihakan pemerintah kepada rakyat,” ujarnya.

Ia menegaskan evaluasi pemerintahan harus berujung pada perbaikan nyata, peningkatan transparansi, dan penguatan pengawasan agar kepercayaan publik tetap terjaga.(id89)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement