Breaking News
Memuat breaking news...

Dukung Masa Tanam, Pemerintah Siapkan 1,7 Juta Ton Pupuk

Redaksi
Redaksi
Rabu, 3 Januari 2024 - 4.40 PM WIB
Dukung Masa Tanam, Pemerintah Siapkan 1,7 Juta Ton Pupuk
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada): Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pemerintah sedang mempersiapkan 1,7 juta ton pupuk subsidi dari PT Pupuk Indonesia untuk mendukung masa tanam setelah panen pada tahun ini.

Untuk memudahkan mendapatkan pupuk bersubsidi ini, Jokowi menegaskan, tidak perlu lagi harus menggunakan kartu petani, tapi cukup dengan kartu tanda penduduk (KTP,) dengan syarat pekerjaan harus sebagai petani.

"Saya sudah sampaikan pembelian pupuk tak mesti pakai kartu tani bisa pakai KTP dan bersiap untuk masa panen ini disediakan 1,7 juta ton pupuk dari Pupuk Indonesia. Saya kira itu mencukupi dan keluhan pupuk saya harapkan tidak ada lagi," ujarnya, dikutip melalui laman Youtube Sekretariat Presiden, seusai Jokowi meninjau penanaman padi di Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (3/1/2023).

Disampaikan bahwa dirinya telah meminta Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman dan Menteri Keuangan (Menkeu), untuk memproses pengajuan dana tambahan bagi subsidi pupuk kurang lebih Rp14 triliun.

Jokowi menegaskan, pupuk bersubsidi tidak boleh dijual ke pihak yang bukan petani. Adapun, pernyataan ini disampaikan untuk menanggapi laporan petani yang mengeluhkan pupuk subsidi dijual dengan harga dua kali lipat dari normalnya.

Oleh sebab itu, dia meminta agar seluruh pihak terkait dapat terus melakukan pengecekan di lapangan, sehingga subsidi pupuk bisa menyasar kepada pihak-pihak yang ditargerkan, yakni petani.

"Ya itu, yang harus dikontrol terus oleh distributor, oleh pengecer harus dikontrol. Jangan sampai pupuk bersubsidi dijual, ke tempat yang bukan petani. Memang ada kebocoran seperti itu, tapi semuanya akan diawasi dan dikontrol," pungkas Jokowi. (J03)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement