Breaking News
Memuat breaking news...

Dyah Apresiasi Masyarakat Gayo Lues Dalam Melestarikan Tradisi Budaya Kepada Anak

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 14 Mei 2022 - 7.40 PM WIB
W
Waspada
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

BLANGKEJEREN (Waspada): Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh, Dyah Erti Idawati, mengapresiasi masyarakat Kabupaten Gayo Lues yang konsisten menurunkan budaya dan tradisi leluhur kepada anak-anak sedari usia dini.

Hal itu terlihat dari komitmen para orang tua di daerah berjuluk Negeri Seribu Bukit itu dalam mengajarkan anak-anak mereka sedari usia belia, untuk mengasah kemampuan menjahit kerawang khas Gayo Lues dan seni menari yakni Saman yang kini kian masyhur di kancah international.

“Saya salut sekali melihat orang di sini (Gayo Lues), tentang cara mereka menjaga warisan leluhur dengan mengajarkan pada anak usia yang masih kecil untuk menjahit kerawang dan menari,” kata Dyah dalam kunjungan Tim Dekranasda Aceh dalam rangka pembinaan dan penilaian di Gampong Kerajinan, Kabupaten Gayo Lues, Sabtu (14/5).

Kegiatan itu dilaksanakan untuk menilai kesiapan kelompok pengrajin Binaan Dekranasda Gayo Lues, tepatnya di Desa Sere, Kecamatan Blang Kejeren, untuk mengikuti lomba tahunan Dekranasda Aceh.

Menurut Dyah, mengenalkan budaya pada anak sedari dini merupakan sebuah gerakan positif untuk tetap melestarikan budaya yang diturunkan dari leluhur. Seperti halnya seni Karawang Gayo dan tari Saman.

Pada kesempatan yang sama, Dyah menuturkan budaya dari Kabupaten Gayo Lues juga memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan, mengingat permintaan pasar terhadap kerawang Gayo semakin meningkat.

Karena itu, potensi besar itu harus dimanfaatkan dan di optimalkan secara baik dengan produktivitas secara besar-besaran, dan tentunya dibarengi dengan inovasi, kualitas terbaik dan harga yang cukup terjangkau.

“Kalau potensi ini tidak di kembangkan dengan baik, maka nanti budaya khas Gayo justru akan di kembangkan orang lain, dan akhirnya produk asli di sini akan tenggelam. Maka itu pengrajin harus lebih inovatif dengan mengikuti perkembangan trend sekarang,” ujar Dyah.

Sementara itu, Wakil Ketua Harian Dekranasda Gayo Lues, Nurmasidah Rasyidin Porang, menyampaikan Kerawang Gayo memiliki corak dan motif yang memiliki nilai filosofis mendalam yang mencerminkan detak nadi masyarakat Gayo Lues.

Karena itu, Ia berharap melalui desa kerajinan Kampung Serai, diharapkan dapat merepresentasikan budaya Gayo Lues dengan terus melestarikan budaya melalui karya seni kerawang Gayo.

“Dengan pembinaan dan penilaian ini diharapkan ke depan akan lebih mengembangkan kreativitas pengrajin, serta tentunya akan membuka lapangan kerja baru,” ujarnya. (b03)

Keterangan foto : Ketua TP PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, memberikan pembinaan dan penilaian desa kerajinan bordir Kerawang Gayo di Kampung Sere, Blangkejeren, Gayo Lues, Sabtu (14/5). Waspada/Zafrullah

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement