Breaking News
Memuat breaking news...

Edy Rahmayadi Optimis Masyarakat Memilih Sesuai Hati Nurani

Redaksi
Redaksi
Rabu, 14 Februari 2024 - 12.06 PM WIB
Edy Rahmayadi Optimis Masyarakat Memilih Sesuai Hati Nurani
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada):  Ketua Tim Pemenangan Daerah (TPD)  Capres - Cawapres Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar (AMIN) Sumut, Edy Rahmayadi mengaku optimis. Masyarakat akan memilih para pemimpin dan wakil - wakil mereka dilembaga legislatif sesuai dengan hati nurani dan keinginan mereka. Sekalipun  ditemukan banyak indikasi dugaan kecurangan Pemilu.

Ketua TPD AMIN Sumut Edy Rahmayadi, mengatakan itu, Rabu (14/12) pagi. Yakni usai dia menggunakan hak pilihnya pada hari pemungutan suara Pemilu 2024.  Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) periode 2018 - 2023  Edy Rahmayadi bersama keluarga memilih di TPS 42, Jalan Karya Bakti, Kecamatan Medan Johor.

Kepada wartawan yang menemuinya usai memberikan hak suara, Edy Rahmayadi bercerita. Dia bilang, terjadi banyak indikasi  kecurangan  pada Pemilu tahun ini. Tidak jauh-jauh,  Asisten Rumah Tangga (ART)- nya pun  menjadi korban money politic atau yang disebut serangan fajar.  ART saya aja didatangin sama serangan fajar," katanya.

Kata mantan Pangkostrad itu,  ART-nya  diberikan uang Rp 200 ribu.  "Sudah jelas ART saya, bukan diimingi-imingi lagi, sudah dikasih, tadi malam, Rp 200 ribu. Diterima lah, Alhamdulillah kek gitu," tutur Edy.

Begitupun, Edy Rahmayadi mengaku yakin dan optimis, kalau masyarakat tidak akan terpengaruh dengan upaya mempengaruhi seperti itu. Katanya, masyarakat sudah bijak dan pintar dalam memilih pemimpin masa depannya, termasuk wakil rakyatnya yang duduk di DPR RI hingga DPRD Kabupaten/Kota.

Berkaitan dengan itu, Edy Rahmayadi,  mengimbau masyarakat bila mendapat intimidasi terkait dengan Pemilu 2024, untuk melapor ke Kantor TPD Amin Sumut, di Jalan Sudirman, Medan. Katanya, sebelum hari ini (hari pencoblosan), sudah banyak sekali laporan tentang kecurangan Pemilu yang masuk. "Kalau saat mencoblos masih juga ada yang curang, itu keterlaluan lah," katanya. (m07)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement