Breaking News
Memuat breaking news...

Eksekusi Sepihak, Pengusaha Kuliner Lakukan Perlawanan

Redaksi
Redaksi
Senin, 11 September 2023 - 6.05 PM WIB
Eksekusi Sepihak, Pengusaha Kuliner Lakukan Perlawanan
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): Pengusaha kuliner di Jl. Sei Kera, Kel. Sidodadi, Kec. Medan Timur, melakukan perlawanan karena eksekusi sepihak terhadap lokasi usahanya.

Dikatakan sepihak, karena eksekusi yang dilakukan orang suruhan dua oknum masing-masing berinisial MIA dan AL terhadap lokasi usaha kuliner tersebut tidak berdasarkan putusan pengadilan.

"Karena itu, hari ini kita resmi melakukan gugatan perbuatan melawan hukum ke Pengadilan Negeri (PN) Medan sesuai Registrasi No : 778/pdt.G/2023/pn mdn," ujar Johan di lokasi usaha kulinernya, Senin, (11/9).

Lebih lanjut Johan menjelaskan, pihaknya berharap, PN Medan segera memproses gugatan yang telah diajukannya terhadap dua tergugat tersebut di atas, MIA dan AL.

"Sebab, kami sudah sangat tidak nyaman dengan perlakuan orang-orang suruhan kedua tergugat itu. Apalagi, upaya eksekusi itu dilakukan mereka tanpa alas hak yang jelas yakni tanpa adanya putusan pengadilan yang inkrah," jelas Johan.

Namun, Johan menegaskan, selaku warga negara yang taat dengan hukum, pihaknya akan menerima putusan pengadilan bila memang jelas dan inkrah.

"Bukan seperti yang dilakukan mereka kemarin. Datang secara tiba-tiba dan langsung mereka mencoba memagar warung kami ini dengan menggunakan seng," tegas Johan.

Lalu, Johan menerangkan, kalo hanya mengklaim lahan tempat kami ini merupakan milik mereka, tentu siapa saja bisa.

"Tapikan harus jelas. Jika pengadilan nantinya menyatakan lahan itu benar milik mereka, kita mundur. Kita juga tidak mau mengklaim yang bukan hak kita," terang Johan seraya menambahkan warung kuliner milik orang tuanya itu sudah berdiri di lokasi tersebut sejak tahun 1984.

Ketika ditanya apakah upaya eksekusi serupa sudah pernah dilakukan orang-orang yang sama terhadap warung milik orang tuanya tersebut, Johan mengaku tidak ingat persis.

"Namun yang jelas, lebih dari satu kali mereka berupaya melakukan eksekusi sepihak terhadap warung orangtua saya ini," pungkasnya.

Sebelumnya, aksi serupa juga pernah dilakukan oleh orang suruhan yang mengklaim lahan tersebut merupakan miliknya.

Saat itu, orang suruhan dari yang mengaku pemilik lahan itu memasang spanduk bertuliskan, 'Tanah Ini Dikelola oleh Yayasan Ashabul Kahfi Medan. Binaan Densus 88 Antiteror Mabes Polri'.

Saat pemasangan spanduk tersebut, yang ada di warung itu hanya orangtua dan pegawai tempat usaha kuliner itu.

Namun, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi yang dikonfirmasi mengatakan tidak ada kaitan spanduk yang dipasang di warung itu dengan Polri.

"Tidak ada kaitan apapun dengan Polri. Namun, perihal pencatutan nama Densus 88 tersebut, nanti kita akan dalami," tandas Hadi.(m29)

Waspada/Ist
Pengusaha kuliner di Jl. Sei Kera, Kel. Sidodadi, Kec. Medan Timur, Senin (11/9), melakukan perlawanan karena eksekusi sepihak terhadap lokasi usahanya.

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement