Breaking News
Memuat breaking news...

Ekspor Batu Bara Raup Devisa Hingga Rp268 Triliun

Redaksi
Redaksi
Selasa, 21 Juli 2026 - 8.42 AM WIB
Ekspor Batu Bara Raup Devisa Hingga Rp268 Triliun
Foto ilustrasi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Sektor batu bara kembali menjadi salah satu penopang penerimaan devisa Indonesia. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa devisa hasil ekspor (DHE) batu bara telah mencapai US$14-15 miliar, atau setara sekitar Rp250 triliun hingga Rp268 triliun dengan asumsi kurs Rp17.930 per dolar AS.

Laporan tersebut disampaikan Bahlil usai menghadiri Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan sektor mineral dan batu bara (minerba) tetap mampu memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional meski di tengah ketidakpastian ekonomi global.

"Devisa kita dari ekspor batu bara sudah mencapai kurang lebih sekitar US$ 14-15 miliar," kata Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Selasa (21/7/2026).

Bahlil menjelaskan, pemerintah terus menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan (supply and demand) batu bara sehingga stabilitas harga di pasar tetap terpelihara. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang mendorong tetap kuatnya nilai ekspor komoditas tersebut.

Selain mencatatkan devisa yang besar, sektor minerba juga memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan negara. Bahlil mengungkapkan realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor hilirisasi mineral dan batu bara telah mencapai sekitar 60 persen dari target yang ditetapkan pemerintah.

Menurutnya, peningkatan penerimaan negara dan devisa ekspor menjadi sinyal bahwa kebijakan pemerintah di sektor minerba mulai menunjukkan hasil positif.

"Sudah mulai ada tanda-tanda yang membaik dengan melihat PNBP kita naik. Devisa dari hasil penjualan yang hampir mencapai US$ 14 miliar pun semakin membaik," jelasnya.

Pemerintah berharap tren positif tersebut dapat terus berlanjut seiring upaya menjaga stabilitas pasar komoditas, memperkuat hilirisasi, serta meningkatkan nilai tambah sektor pertambangan sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi nasional. (Lip6)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement