Breaking News
Memuat breaking news...
Advertisement

Ekspor Indonesia Januari - September 2026 Capai US$ 221,23 Miliar

Redaksi
Redaksi
Senin, 2 November 2026 - 3.33 PM WIB
Ekspor Indonesia Januari - September 2026 Capai US$ 221,23 Miliar
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

JAKARTA (Waspada.id): Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga September 2026 mencapai US$ 221,23 miliar, atau mengalami kenaikan 5,58 persen dibandingkan periode yang sama 2025.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Ateng Hartono mengatakan, nilai tersebut naik 5,58 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Kenaikan ekspor terutama ditopang oleh sektor nonmigas.

"Sepanjang Januari-September 2026 nilai ekspor nonmigas mencapai US$ 212,27 miliar atau meningkat 6,30 persen secara tahunan," ujar Ateng di Jakarta, Senin (2/11/2026).

Peningkatan ekspor non-migas tersebut utamanya pada lemak dan minyak hewani nabati atau HS15, nikel dan barang daripadanya, HS75, dan juga bahan bakar mineral HS27.

Sedangkan ekspor migas, menurut Ateng, justru mengalami penurunan sebesar 9,11 persen dengan nilai sebesar US$ 8,96 miliar.

Berdasarkan sektornya, peningkatan nilai ekspor non-migas secara kumulatif terutama terjadi pada sektor industri pengolahan yang meningkat cukup tinggi, yaitu meningkat 8,93 persen.

Sektor industri pengolahan juga menjadi pendorong utama atas peningkatan kinerja ekspor non-migas sepanjang September 2026 dengan andilnya sebesar 7,15 persen terhadap kenaikan keseluruhan nilai ekspornya.

"Untuk ekspor sektor industri pengolahan dengan kenaikan terbesar terutama pada produk-produk olahan nikel, juga pada minyak kelapa sawit, pada kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian, dari alumunium, serta juga dari tembaga," terang Ateng.

Sementara khusus pada bulan September 2026, nilai ekspor Indonesia mencapai US$ 27,59 miliar. Jumlah tersebut meningkat 11,87 persen dibandingan September 2025.

Nilai ekspor non-migas tercatat senilai US$ 0,95 miliar atau turun sebesar 0,99 persen. Nilai ekspor non-migas tercatat mengalami kenaikan sebesar 12,39 persen dengan nilainya 26,64 miliar doalr AS pada kondisi September 2026.

"Kenaikan nilai ekspor non-migas pada kondisi September 2026 secara tahunan terutama didorong oleh kenaikan pada beberapa komoditas, yaitu pada lemak dan minyak hewani nabati atau HS15 naik sebesar 89,04 persen secara year-on-yearnya," ucap Ateng.

Kenaikan ekspor nonmigas pada September 2026 terutama didorong oleh tiga kelompok komoditas. Pertama, lemak dan minyak hewani atau nabati yang mengalami kenaikan sebesar 89,04 persen secara tahunan. Komoditas ini memberikan kontribusi sebesar 8,47 persen terhadap kenaikan total ekspor.

Nilai Impor Meningkat

BPS juga mencatat nilai impor Indonesia sepanjang Januari sampai September 2026 mencapai US$ 210,63 miliar. Nilai tersebut meningkat 19,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Berdasarkan jenisnya, impor migas tercatat sebesar US$ 32,57 miliar atau melonjak 37,35 persen, sementara impor nonmigas mencapai US$ 178,06 miliar atau meningkat 16,92 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Berdasarkan golongan penggunaan, kenaikan impor terjadi pada seluruh kelompok barang baik barang konsumsi, bahan baku atau penolong maupun barang modal. Peningkatan paling besar berasal dari kelompok bahan baku dan penolong.

Ateng mengatakan, nilai ekspor bahan baku penolong ini memberikan andil peningkatannya sebesar 14,91 persen. Untuk impor bahan baku penolong yang naik cukup besar terutama dari bahan bakar mineral atau HS27.

"Dari mesin dan perlengkapan elektronik serta bahan elektrik serta bagiannya HS85, termasuk dari garam, belerang, batu dan semen ini di HS25," jelasnya. (Id88)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement