Breaking News
Memuat breaking news...

Ekspor Maret 2023 Naik 9,89 Persen 

Redaksi
Redaksi
Senin, 17 April 2023 - 4.54 PM WIB
W
Waspada
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada): Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan total nilai ekspor Indonesia pada Maret 2023 mencapai US$23,5 miliar atau naik 9,89 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Sehingga neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus selama 35 bulan berturut-turut hingga Maret 2023. Surplus neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2023 mencapai US$2,91 miliar.

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Imam Machdi mengatakan surplus neraca dagang didapatkan dari nilai ekspor yang mencpai US$23,5 miliar miliar dan impor mencapai US$20,59 miliar.

“Dalam tiga tahun terakhir, pertumbuhan ekspor secara mtm tertinggi pada bulan Maret. Namun, pertumbuhan ekspor Maret 2023 jauh lebih rendah dibandingkan 2022 dan 2021,” katanya dalam konferensi pers, Senin (17/4/2023). di Jakarta.

Imam mengatakan total nilai ekspor Indonesia pada Maret 2023 mencapai US$23,5 miliar atau naik 9,89 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm).

"Secara tahunan, Imam mengatakan nilai ekspor pada Maret 2023 mengalami kontraksi sebesar 11,3 persen (year-on-year/yoy)," tutur Imam.

Jika dirincikan, ekspor migas masih mencatatkan pertumbuhan yang tinggi sebesar 4,76 persen yoy dan ekspor nonmigas tumbuh sebesar 11,70 persen yoy.

Meskipun secara bulanan nilai ekspor mengalami kenaikan, namun kinerja ekspor mengalami penurunan kinerja yang siginifikan pada Maret 2023,” jelasnya.

Nilai impor Indonesia Maret 2023 mencapai US$20,59 miliar, naik 29,33 persen dibandingkan Februari 2023 (mtm). Namun, realisasi tersebut turun 6,26 persen dibandingkan Maret 2022 (yoy).

Menurut golongan penggunaan barang, nilai impor Januari–Maret 2023 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya terjadi peningkatan.

Misalnya, pada golongan barang modal US$896,5 juta (10,50 persen) dan barang konsumsi US$125,5 juta (2,73 persen). Namun, bahan baku/penolong turun US$2.884,0 juta (6,60 persen). (J03)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement