Breaking News
Memuat breaking news...

Emak-emak Demo Tolak Proyek Penimbunan Perumahan Di Kelurahan Terjun

Redaksi
Redaksi
Selasa, 6 Februari 2024 - 12.40 PM WIB
Emak-emak Demo Tolak Proyek Penimbunan Perumahan Di Kelurahan Terjun
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): Puluhan emak-emak melakukan aksi demo menolak proyek penimbunan di areal perumahan Jl. Abdul Sani Muthalib Lingkungan 9 Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan, Senin (6/2) sekira pukul 20:00.

Pasalnya, aktivitas di lokasi proyek dinilai tidak memperdulikan dampak terhadap masyarakat sekitar. Selain menimbulkan kebisingan dan polusi udara juga membuat dinding rumah warga retak-retak karena mobil dump truk bertonase tinggi hilir mudik melintasi depan rumah warga.

Seorang ibu rumahtangga menuturkan, akibat banyaknya truk yang membawa muatan over kapasitas, jalan aspal jadi rusak dan bersebu. Bahkan, abunya memasuki rumah-rumah warga.

"Kami demo menolak kegiatan penimbunan ini pak. Banyak kali mobil dump truk over kapasitas yang tidak layak lewat jalan depan rumah kami. Kami risau. Takut. Tidur tak nyenyak. Banyak anak kami main-main di sekitar sini. Jalan aspal kami rusak, kemarin pun kabel listrik putus di buat orang-orang proyek ini. Udah gitu dinding rumah kami retak-retak gak ada tanggung jawab orang proyek ini pak," sebut Fitri Eningsih didampingi kepada wartawan di lokasi demo Simpang Terjun.

Warga lainnya, Salman Al Faris mengaku rumahnya retak-retak dan sempat meminta ganti rugi namun tak dipenuhi.

"Kami sepakat menolak kegiatan penimbunan proyek perumahan tersebut," tutur Salman seraya meminta agar Pemko Medan dan Dinas Perhubungan menghentikan aktivitas di lokasi proyek tersebut.

Salah seorang supir truk mengatakan bahwa tidak seharusnya mereka lewat di Jl Abdul Sani Mutalib karena spek jalan tidak sesuai dengan aturan yg ada. "Kalau ngikutin peraturan, kami seharusnya nggak boleh lewat sini bang. Tapi cemana lah bang, kami cuma ngantar barang sesuai permintaan orang proyek," ujar salah seorang supir dump truk yang tidak mau disebutkan namanya.

Sementara itu, Lurah Terjun telah mengirim surat kepada pihak proyek penimbunan tersebut dan meminta pihak proyek untuk menghadiri pertemuan dengan warga guna membahas keluhan warga.
Rencananya, pertemuan antara warga dan pihak penimbunan proyek akan dilaksanakan di aula Kantor Kelurahan Terjun, Rabu (7/2).(m27)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement