Breaking News
Memuat breaking news...

Emas Menguat Tipis, Pasar Tunggu Sikap The Fed

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 25 Juli 2026 - 8.24 AM WIB
Emas Menguat Tipis, Pasar Tunggu Sikap The Fed
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Harga emas dunia ditutup menguat tipis pada perdagangan Jumat (24/7/2026) waktu setempat seiring meredanya tekanan dari pasar energi setelah harga minyak mentah Brent terkoreksi dari level psikologis US$100 per barel. Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian pada perkembangan konflik di Timur Tengah dan rapat kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, pekan depan.

Dikutip dari Reuters, harga emas spot naik 0,08% menjadi US$4.052,98 per ons troi setelah pada sesi sebelumnya sempat merosot sekitar 2%. Secara mingguan, logam mulia tersebut masih mencatat kenaikan sekitar 0,88% yang ditopang aksi beli saat harga terkoreksi (buy on dip).

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus ditutup menguat 0,14% ke level US$4.055,7 per ons troi.

"Emas tampak siap bergerak lebih tinggi. Jika The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan depan, hal itu akan menjadi sentimen positif bagi harga emas," ujar pedagang logam independen Tai Wong.

Sentimen positif juga datang setelah harga minyak Brent terkoreksi lebih dari 4%, sehari setelah melonjak lebih dari 7% hingga ditutup di atas US$100 per barel, level tertinggi sejak Mei. Sebelumnya, lonjakan harga minyak dipicu serangan kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran terhadap dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah.

Menanti Arah Kebijakan The Fed

Sejak konflik yang didukung AS terhadap Iran pecah pada akhir Februari lalu, harga emas telah turun sekitar 23%. Penurunan tersebut dipicu kekhawatiran bahwa lonjakan inflasi akibat perang akan membuat suku bunga bertahan tinggi lebih lama.

Meski dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, emas cenderung kehilangan daya tarik ketika suku bunga meningkat karena tidak memberikan imbal hasil.

Pelaku pasar kini menanti hasil rapat kebijakan moneter The Fed pekan depan. Bank sentral AS secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya.

Namun, berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga pada September diperkirakan mencapai sekitar 82%.

Analis ING menilai penguatan harga emas belakangan ini lebih banyak ditopang aksi buy on dip dan penutupan posisi jual (short covering) setelah koreksi tajam dari rekor tertinggi yang sempat dicapai pada awal tahun.

Menurut ING, kenaikan harga minyak dan imbal hasil obligasi AS masih berpotensi membatasi penguatan emas. Karena itu, level US$4.000 per ons troi dinilai menjadi area krusial yang akan menjadi perhatian pelaku pasar dalam jangka pendek.

Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot naik 0,94% menjadi US$58,2 per ons. Sebaliknya, harga platinum turun 0,27% menjadi US$1.592,7 per ons, sedangkan paladium melemah 0,92% ke level US$1.246,2 per ons. (invid)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement