Breaking News
Memuat breaking news...

Empat Anak Di Samosir Dapat Akses BPJS Dan Administrasi Kependudukan Dari Rumah Pengabdian Pdt. Penrad Siagian

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11.12 AM WIB
Empat Anak Di Samosir Dapat Akses BPJS Dan Administrasi Kependudukan Dari Rumah Pengabdian Pdt. Penrad Siagian
Empat anak yang hidup dalam kondisi rentan di Desa Janji Marapot, Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir, kini mulai memperoleh akses terhadap layanan dasar. Waspada.id/ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Empat anak yang hidup dalam kondisi rentan di Desa Janji Marapot, Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir, kini mulai memperoleh akses terhadap layanan dasar setelah mendapatkan pendampingan dari Rumah Pengabdian Pdt. Penrad Siagian. Pendampingan tersebut mencakup penyelesaian administrasi kependudukan, aktivasi kepesertaan BPJS Kesehatan, hingga pengawalan bantuan pendidikan dari pemerintah.

Keempat anak tersebut selama ini diasuh oleh kakeknya, Lomo Sibatuara. Mereka hidup dalam keterbatasan setelah ayah kandungnya menjalani hukuman di Lapas Pangururan, sementara ibu mereka telah menikah kembali.

Ketua Tim Advokasi Rumah Pengabdian Pdt. Penrad Siagian, David Sibatuara, mengatakan pihaknya melakukan pendampingan agar hak-hak dasar anak dapat dipenuhi melalui koordinasi dengan berbagai instansi pemerintah.

"Anak-anak ini tidak boleh kehilangan masa depan hanya karena persoalan administrasi, status pengasuhan maupun keterbatasan akses layanan dasar. Negara harus hadir," ujar David.

Salah satu hasil pendampingan tersebut adalah penyelesaian administrasi kependudukan. Melalui koordinasi dengan Lapas Pangururan, Pemerintah Kecamatan Nainggolan, dan Pemerintah Desa Janji Marapot, proses pengalihan hak asuh berhasil diselesaikan sehingga keempat anak tersebut resmi tercantum dalam Kartu Keluarga milik kakeknya, Lomo Sibatuara.

Kepala Lapas Pangururan Binur Sitanggang bersama Kasubsie Pelayanan Tahanan Ferdinand Parapat turut memfasilitasi penandatanganan dokumen pengalihan hak asuh oleh ayah kandung keempat anak tersebut.

Selain itu, Rumah Pengabdian Pdt. Penrad Siagian juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir untuk mengaktifkan kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai APBD.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir, Dina Hutapea, memastikan seluruh proses administrasi telah rampung sehingga keempat anak tersebut kini dapat mengakses layanan kesehatan secara gratis.

"Seluruh proses pendaftaran BPJS Kesehatan PBI APBD telah selesai dan status kepesertaan mereka sudah aktif penuh," kata Dina.

Pendampingan selanjutnya difokuskan pada pemenuhan hak pendidikan. Rumah Pengabdian Pdt. Penrad Siagian mengawal pembaruan data dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) agar anak-anak tersebut dapat diusulkan sebagai penerima Program Indonesia Pintar (PIP) maupun Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Kepala SD Negeri 18 Parhusip 3, Lampininta Silaban, mengatakan pembaruan data dua siswa, Josua dan Jonatan Sibatuara, sedang diproses berdasarkan Kartu Keluarga terbaru.

Di sisi lain, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Samosir juga menyatakan siap mempercepat pendataan keluarga tersebut ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS/SIKS-NG) sebagai syarat memperoleh berbagai bantuan sosial pemerintah.

Selain dukungan dari pemerintah, kepedulian masyarakat juga terus mengalir. Gerakan sosial yang diprakarsai Bung Cogan Sitanggang menggalang donasi untuk merenovasi rumah Lomo Sibatuara agar keempat anak tersebut memiliki tempat tinggal yang lebih layak.

David menegaskan pendampingan belum berhenti pada penyelesaian administrasi dan layanan kesehatan.

"Dokumen kependudukan sudah selesai, BPJS sudah aktif. Sekarang fokus kami memastikan seluruh hak pendidikan mereka benar-benar terealisasi sehingga masa depan anak-anak ini bisa lebih terjamin," ujarnya.

Lomo Sibatuara menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu keluarganya.

"Sekarang cucu-cucu saya sudah memiliki dokumen resmi, BPJS aktif, dan bantuan sekolah mereka sedang diperjuangkan. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu," katanya. (id141)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement