Breaking News
Memuat breaking news...

Empat Balita Penderita Stunting Di Besitang Mendapat Atensi

Redaksi
Redaksi
Rabu, 4 September 2024 - 5.06 PM WIB
Empat Balita Penderita Stunting Di Besitang Mendapat Atensi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

BESITANG (Waspada): Empat anak balita yang terdapat di dua desa dan satu di kelurahan di wilayah Kec. Besitang, Kab. Langkat, terkena stunting dengan kondisi pertumbuhan fisik yang memprihatinkan.

Latar belakang sosial ekonomi para orang tua termasuk salah satu faktor penyebab stunting. Orang tua dari para balita ini bekerja sebagai buruh harian lepas dan tempat tinggal mereka masih menumpang alias tidak punya rumah.

Kondisi miris dialami keempat balita masing-masing inisial, Na, 3, CB, 2, RS, 2, dan SZ, 3, mengundang perhatian serius dari para pihak yang terkait, di antaranya Koordinator PKH dan Puskesmas.

KUPT Puskesmas Besitang dr Safitri ditemui Waspada, Rabu (4/9), di ruang kerjanya mengatakan, dua dari balita yang menderita stunting memiliki riwayat penyakit penyerta, yakni penyakit paru dan langit-langit terbelah.

Balita yang langit-langitnya terbelah bawaan dari lahir ini ini, kata dr Safitri, makannya agak susah sehingga gizinya otomatis berkurang. Kondisi ini tentu mempengaruhi perkembangan fisik sang balita tersebut.

Ia menambahkan, salah seorang balita sudah dirujuk ke dokter spesialis anak dan hasilnya memang benar stunting. Yang membuat dr Safitri merasa prihatin, masih ada orang tua menolak anaknya di rujuk ke rumah sakit.

"Sebagai petugas kesehatan, kami tentunya tak bisa memaksa. Namun begitu, kami tetap terus berupaya melakukan pendekatan guna memberi pengertian kepada orang tua balita agar bersedia memeriksakan kesehatan sang anak," ujarnya.

Kemudian, lanjut KUPT Puskesmas, kendala lain yang dihadapi, terkadang orang tua yang anaknya terkena stunting malas datang ke Posyandu untuk memeriksakan kesehatan, padahal ini perlu untuk diukur tiap bulannya.

Ia melanjutkan, terkait anak yang berat badannya tidak bertambah atau berpotensi stunting, pihak Puskesmas sejak bulan Juli telah menyiapkan PMT (pemberian makanan tambahan) lokal setiap hari berbentuk snake.

Intervensi lain, lanjut dia, kepesertaan PBJS keluarga tersebut diuruskan, dari awalnya belum ada, sekarang sudah ada. Kemudian, makan tambahan juga dibantu oleh masing-masing Kades melalui dana desa.(a10)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement