Enam Nama, Satu Kursi: Masa Pendaftaran Balon Rektor Unimal Ditutup


Langit sore Kamis, 10 September 2026, di Reuleut, Aceh Utara, seakan menutup tirai sebuah babak penting. Tepat pukul 16.30 WIB, pintu pendaftaran bakal calon Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) resmi ditutup. Di balik pintu itu, enam nama telah meninggalkan jejak: berkas, tanda tangan, dan harapan untuk menapaki kursi tertinggi kampus.
Selama lebih dari dua pekan, sejak 26 Agustus, Kantor Panitia Pemilihan Rektor (PPR) Unimal menjadi panggung kecil yang menyimpan drama besar. Satu per satu tokoh akademik datang, membawa visi, reputasi, dan rombongan pendukung.
Gelombang Pertama: Mukhlis dan Jullimursyida
Hari pembukaan menjadi prolog yang penuh simbol. Dr. Mukhlis, MH—Wakil Rektor II yang dikenal sebagai birokrat kampus—menyerahkan berkas dengan ketenangan seorang pengatur roda organisasi. Tak lama berselang, Jullimursyida, Ph.D., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, hadir dengan rombongan besar, menebarkan aura kompetisi yang riuh. Dua figur ini seakan menandai garis awal pertarungan panjang.
Gelombang Kedua: Alfian dan Baidhawi
Delapan hari kemudian, Jumat 4 September, dua nama lain muncul. Dr. Alfian, MA, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, membawa semangat pembinaan mahasiswa. Bersamanya, Dr. Baidhawi, MP, Dekan Fakultas Pertanian, menambahkan warna baru: suara dari fakultas yang berakar pada tanah dan kehidupan.
Gelombang Ketiga: Heikal
Senin, 7 September, giliran Dr. Mohd Heikal, MM. Dosen Program Magister Ilmu Manajemen sekaligus Direktur Badan Pengelolaan Usaha Unimal ini hadir sebagai figur yang menghubungkan dunia akademik dengan denyut bisnis kampus.
Gelombang Penutup: Asri
Hari terakhir, Kamis 10 September, panggung ditutup oleh Dr. Ir. Asri, MT. Ketua Program Studi Profesi Insinyur ini menjadi pendaftar keenam, seakan melengkapi mozaik kontestasi. Dengan masuknya Asri, bursa Pilrek Unimal resmi mengerucut: enam nama, enam latar belakang, satu kursi rektor.
Ketua PPR, Dr. Azhari, menegaskan bahwa seluruh tahapan pendaftaran telah berakhir sesuai jadwal. “Tercatat enam bakal calon telah menyerahkan dokumen untuk mengikuti proses penjaringan Rektor Unimal periode 2026–2030,” ujarnya.
Namun drama belum usai. Setelah pendaftaran, babak seleksi administrasi menanti. Dokumen akan diperiksa, syarat akan ditimbang, dan Senat Unimal akan menerima hasilnya pada 30 September. Sehari kemudian, rapat tertutup akan digelar, menentukan siapa yang layak melangkah ke panggung berikutnya.
Kini, atmosfer kampus dipenuhi bisik-bisik dan spekulasi. Enam nama telah resmi masuk gelanggang, masing-masing membawa visi dan jaringan. Bursa Pilrek Unimal bukan sekadar prosedur birokrasi, melainkan sebuah drama kepemimpinan: siapa yang akan melanjutkan tongkat estafet setelah Prof. Herman Fithra, dan membawa Unimal ke panggung nasional bahkan internasional?
Di Reuleut, tirai babak baru telah dibuka. Pertarungan ide, karisma, dan legitimasi segera dimulai. (Maimun Asnawi, S.HI.,M.Kom.I/WASPADA.id)












Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda