Erupsi Sinabung Kembali Terjadi, DPRD Sumut Ingatkan Warga Karo Waspada


MEDAN (Waspada.id) – Aktivitas Gunung Sinabung kembali meningkat setelah erupsi terjadi Senin (31/8) pagi dengan kolom abu mencapai sekitar 3.500 meter di atas puncak. DPRD Sumut meminta masyarakat Kabupaten Karo tidak panik, namun tetap waspada dan disiplin mengikuti arahan petugas untuk mengantisipasi dampak erupsi.
Imbauan tersebut disampaikan anggota DPRD Sumut dari Daerah Pemilihan (Dapil) Karo, Dairi dan Pakpak Bharat, Frans Dante Ginting dan Salmon Sumihar Sagala SE. Keduanya meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul erupsi yang terjadi sekitar pukul 10.17 WIB tersebut.
Frans Dante Ginting dan Salmon Sumihar Sagala menyampaikan hal itu kepada wartawan, Senin (31/8), di sela-sela Raker DPRD Sumut di Hotel Niagara Parapat. Mereka menilai erupsi Sinabung harus menjadi perhatian serius, khususnya bagi masyarakat yang berada di kawasan yang berpotensi terdampak abu vulkanik.
Frans mengatakan, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas dengan menghindari wilayah yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya. Warga juga diminta tidak mendekati kawasan puncak maupun desa-desa yang telah direlokasi.
“Yang paling penting masyarakat tetap tenang, tetapi jangan lengah. Patuhi seluruh imbauan dan rekomendasi dari PPGA Sinabung, PVMBG dan pemerintah daerah,” ujar Frans.
Ia mengaku telah menghubungi Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Sinabung, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), untuk memperoleh informasi mengenai kondisi terkini aktivitas Gunung Sinabung.
Sementara itu, Salmon Sumihar Sagala meminta Pemkab Karo bersama seluruh unsur terkait memastikan informasi mengenai perkembangan erupsi dapat diterima masyarakat secara cepat dan jelas. Kesiapsiagaan juga perlu ditingkatkan, terutama jika arah sebaran abu vulkanik berubah dan mendekati permukiman warga.
Politisi PDI Perjuangan itu mengingatkan masyarakat mewaspadai dampak abu vulkanik terhadap kesehatan. Abu yang terhirup dapat mengiritasi hidung, tenggorokan dan saluran pernapasan, terutama bagi anak-anak, lansia serta warga yang memiliki gangguan pernapasan.
“Kalau abu vulkanik mulai turun, masyarakat sebaiknya menggunakan masker, mengurangi aktivitas di luar rumah dan menghindari menghirup abu secara langsung. Mata juga perlu dilindungi bila kondisi abu cukup tebal,” katanya.
Frans dan Salmon juga meminta pemerintah serta petugas terkait terus memantau kualitas udara, arah sebaran abu dan kondisi masyarakat. Distribusi masker dan kebutuhan dasar lainnya, menurut mereka, perlu dipersiapkan apabila hujan abu meluas ke permukiman.
Wakil Ketua dan anggota Komisi B DPRD Sumut itu mengajak masyarakat Karo dan wilayah sekitarnya tetap waspada tanpa menimbulkan kepanikan.
“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Mari bersama-sama mengikuti perkembangan informasi resmi dan jangan mudah percaya informasi yang belum jelas sumbernya,” pungkasnya. (id142)



























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda