Breaking News
Memuat breaking news...

Ethics of Care Terima Aduan Warga Galian Parit Dibiarkan Menganga

Redaksi
Redaksi
Rabu, 22 Februari 2023 - 8.14 PM WIB
Ethics of Care Terima Aduan Warga Galian Parit Dibiarkan Menganga
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada):Founder Ethics of Care Farid Wajdi, menerima aduan warga terkait parit yang dibiarkan menganga di beberapa kawasan, Rabu (22/2).


Disebutkan, lubang bekas galian parit di beberapa ruas jalan telah dibongkar tetapi dibiarkan menganga, terbengkalai. Kini lubang-lubang itu dibiarkan tanpa ada pengerjaan lanjutan alias telantar!

Tidak terlihat pula para pekerja yang menggarap sisa galian di Jl. HM. Said Medan dan Jl. Pelita 5 Medan itu. Padahal akses lalu lintas di kawasan itu tergolong krusial.

Alat-alat berat juga sudah tak kelihatan di tempat pengerjaan semula dan tak ada aktivitas lagi di lokasi tersebut. Kondisi ini csudah berlangsung lama, separnya sejak Desember 2022 lalu.

"Ethics of Care yang menerima pengaduan para warga dan pengguna jalan mengungkapkan tidak nyaman dengan kondisi jalan yang seperti itu. Warga selalu melewati jalan tersebut sebagai jalur alternatif untuk berangkat kerja. Iya gak nyaman ya. Apalagi harus lebih hati-hati karena banyak lubang dan besar-besar,” ujar Farid Wajdi.

Padahal, lanjut dia, proyek penggalian jalan yang bertujuan untuk meningkatkan fasilitas kehidupan warganya ternyata justru menimbulkan ekses. Pembangunan saluran air limbah, saluran air hujan, dan penanaman kabel optik di jalan-jalan yang pelaksanaannya tidak diawasi malah justru mengganggu aktivitas warga.

Bukan hanya mengganggu bahkan mengundang bahaya dan mengancam keselamatan jiwa. Aneh, kondisi jalan setelah diadakannya proyek penggalian pun tidak menjadi lebih baik.

"Cukup mengherankan juga, mengapa proyek untuk umum itu sama sekali tidak ada pertanggungjawabannya kepada publik. Kondisi itu sangat mengganggu dan meresahkan. Terkesan kontraktor seenaknya menggali ruas jalan yang ada dengan cara melakukan penggalian dan pemasangan pipa maupun kabel di wilayah bahu jalan, padahal itu jelas sangat berbahaya dan merugikan," sebutnya.

Lanjut dia, pertanyaannya, apakah misalnya proyek tetap berlanjut kondisi jalan menjadi lebih baik? Apakah tetap dengan pengembang yang sama atau pengembang baru? Atau kembali dilelangkan. Kalau dihentikan, berarti mau tidak mau kondsisi jalan dikembalikan ke fungsi jalan semula? Apakah ada sanksi kepada pengembang?

"Tentu saja warga berharap Pemkot Medan melalui pengembang segera merampungkan atau menyelesaikan masalah ini. Intinya warga meminta adalah ruas jalan kawasan tersebut kembali seperti kondisi semula dan dilewati tanpa rasa khawatir atas keselamatan berlalu lintas," sebutnya.

Hal lain disampaikannya, ketika Pemkot Medan melakukan penggalian, selalu ada pertanyaan, mengapa dalam melaksanakan proyek terkesan tidak punya perencanaan yang matang?

Atau memang jangan-jangan karena para pengembang lebih suka gali lubang tutup lubang? Atau bahkan lebih parah lagi, pandai menggali lubang, tapi selalu lupa tutup lubang?

"Apakah mungkin, para pengembang membuat skenario dari gali menggali lubang itu adalah proyek lagi? Tapi terlepas dari semua itu, apakah Pemkot tidak mengawasi proses pengerjaan proyek tersebut sehingga kejadiannya terus berulang,"pungkasnya.(m22)

Waspada/ist
Lubang menganga menghawatirkan warga Pemko diminta bertindak cepat.

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement