Breaking News
Memuat breaking news...

Etika Berkendara Aman Di Jalan

Redaksi
Redaksi
Selasa, 26 September 2023 - 8.42 PM WIB
Etika Berkendara Aman Di Jalan
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): Penggunaan kendaraan roda dua sebagai alat transportasi sehari-hari sudah menjadi hal yang biasa terlihat di masyarakat. Namun pada pelaksanaannya, ternyata masih banyak para pengendara motor yang tidak menunjukkan cara berkendara baik.

Karenanya, sangat dibutuhkan etika dalam berkendara yang tentunya bertujuan untuk menghormati, menghargai dan menjaga keselamatan tidak hanya diri sendiri namun juga orang lain.

Sofiyan Hazri, Instruktur Safety Riding PT indako Trading Coy selaku main dealer Honda di wilayah Sumatera Utara mengungkapkan budaya berkendara #cari_aman yang mengedepankan etika harus mulai diterapkan sejak dini,

“Karena tanpa disadari, banyak sekali kelalaian dan etika kurang baik yang sering kita lakukan di jala. Ada sejumlah prilaku beretika yang bisa kita lakukan agar dapat aman dan selamat sampai di tujuan,” ujar Sofian Hazri, Selasa (26/9).

Pertama, para pengendara sudah seharusnya memiliki surat izin resmi seperti SIM dan STNK. Karena hal tersebut akan menjadikan pengendara memiliki kredibilitas dan dapat dipertanggung jawabkan secara hukum yang sah bahwa sudah menjalani uji kelayakan mengendarai sepeda motor.

Kedua, menggunakan klakson dengan sewajarnya dilakukan saat waktu-waktu tertentu, seperti halnya saat memberikan peringatan kendaraan di depan yang tidak melihat sisi bilid spot nya atau memperingatkan bahwa kendaraan yang dikemudikan sedang mengalami permasalahan. Sebaiknya menggunakan klakson saat posisi berada di belakang kendaraannya.

Ketiga, pengendara sebaiknya membiasakan diri untuk menggunakan lampu sein secara tepat. Karena sebagai pemberi tanda kendaraan di belakang bahwa kita ingin berbelok di tikungan ataupun perempatan. Dalam memberikan tanda sein, perlu diingat untuk mengatur jarak sekira 20 meter sebelum berbelok.

Keempat, memotong jalan secara mendadak saat berkendara sangat beresiko membahayakan keselamatan diri maupun para pengguna jalan lain. Namun kesalahan ini masih sering sekali dilakukan, apalagi jika pengendara dihadapkan dalam keadaan yang dikejar waktu.

Sofiyan Hazri menambahkan bahwa membiasakan diri dengan etika berkendara yang baik akan semakin melatih kesabaran. Sepanjang berkendara di jalan, para pengendara sudah seharusnya berfikir tenang dan bijak saat menghadapi berbagai kondisi, mampu memprediksi potensi bahaya yang mengancam dan tepat dalam mengambil keputusan agar dapat selalu #cari_aman saat naik motor kebanggaan. (rel)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement