Breaking News
Memuat breaking news...

Festival Budaya Gayo 2022 Mulai Digelar

Redaksi
Redaksi
Selasa, 24 Mei 2022 - 11.26 AM WIB
W
Waspada
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

TAKENGON (Waspada): Guna melestarikan beragam kekayaan budaya Gayo, UPTD Museum Negeri Gayo di bawah Dinas Pendidikan Aceh Tengah menggelar Festival Kebudayaan Gayo 2022, Senin (23/5).

Uswatuddin mengatakan, kegiatan yang berlangsung 23-28 Mei 2022 ini juga bertujuan bisa menggairahkan kembali keberadaan seluruh budaya yang terancam punah dan sasaran utamanya dapat digalakan kembali di tengah-tengah masyarakat.

Sementara itu kKpala Dinas Pendidikan Uswatuddin yang didampingi Kabid Kebudayaan, Mahdi dalam keterangan persnya, Senin (23/5) di sela pembukaan acara tersebut yang dibuka Bupati Aceh Tengah, Shabela di Museum Gayo, Takengen, menyebutkan ada beberapa kegiatan budaya yang diperlombakan dala festival kali ini.

"Diantaranya seperti; didong (seni daerah Gayo) antar kecamatan dimana peserta tang ambil bagian wajib menyertakan ceh kucak (vokalis didong-red) berusia dini," ujar Mahdi yang juga merupakan Plt Kepala Museum Gayo.

Bupati bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tengah.Waspada/Sumarsono
Bupati bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tengah.Waspada/Sumarsono

"Didong ini juga memperlombakan tingkat remaja. Dimana ceh yang tampil akan diapit oleh 4 ceh dari masing- masing klub didong. Selanjutnya festival ini memperlombakan cerdas cermat, lomba bahasa gayo, lomba sejarah, lomba seni adat etnik Gayo yang diikuti peserta SMP sederajat," tambahnya.

Kemudian perlombaan lainnya, ada kekeberen (lomba bercerita tentang masa lalu), busana tradisional yang peserta umum. Teater Gayo pesertanya pelajar dan umum.

Selain itu juga ada perlombaan permainan adat berupa; engkrang, engklek, melibatkan remaja tingkat SMP. Adapun total hadiah rangkaian festival tersebut bernilai Rp40 juta. Ditambah tropy dan sertifikat.

“Dari seluruh rangkaian kegiatan kebudayaan Gayo ini, kami berharap nantinya akan bisa dikaji oleh para pakar. Sehingga seluruh kekayaaan budaya Gayo yang ada bisa tertata dan dilestarikan dengan baik dan dapat menjadi pegangan bagi setiap generasi serta bisa menjadi warisan benda dan tak benda milik daerah,” jelas Mahdi.(cno)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement