Breaking News
Memuat breaking news...

Framework PILAR-AI Parlemen Dan Platform AKSI Sebagai Respon DPR Atas Perkembangan Teknologi

Redaksi
Redaksi
Rabu, 30 September 2026 - 7.08 PM WIB
Framework PILAR-AI Parlemen Dan Platform AKSI Sebagai Respon  DPR Atas Perkembangan Teknologi
Seminar dan Peluncuran “PILAR Ber-AKSI: Tata Kelola dan Akal Imitasi dalam Penyusunan Legislasi”, di Ruang Abdul Muis, Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta, Rabu (30/9/2026). (Dok DPR)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di lingkungan parlemen, khususnya untuk mendukung proses penyusunan legislasi.

Namun penggunaan AI harus tetap menempatkan manusia sebagai pengambil keputusan akhir.

Cucun pun menegaskan, , kehadiran Framework PILAR-AI Parlemen dan Platform AKSI menunjukkan kesiapan DPR RI dalam merespons perkembangan teknologi.

Apa lagi AI dinilai dapat membantu pekerjaan legislasi, mulai dari penelusuran referensi hingga penyusunan dokumen dan naskah akademik.

Meski demikian, Cucun mengingatkan agar pemanfaatan teknologi tidak membuat proses pengambilan keputusan kehilangan aspek moral, etika, dan akuntabilitas. Ia menekankan bahwa mandat politik dan tanggung jawab kepada masyarakat tetap berada pada manusia, bukan mesin.

“Yang jauh lebih penting dari AI itu sendiri adalah human behaviour atau perilaku manusia dan etika kita dalam menggunakannya,” ujarnya saat membuka Seminar dan Peluncuran “PILAR Ber-AKSI: Tata Kelola dan Akal Imitasi dalam Penyusunan Legislasi”, di Ruang Abdul Muis, Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Ia juga meminta penerapan AI dalam proses legislasi memperhatikan empat aspek utama, yakni akuntabilitas, keamanan data, pengujian framework secara terbuka, serta prinsip kehati-hatian. Setiap keluaran AI, menurutnya, harus dapat ditelusuri dan jelas pihak yang bertanggung jawab atas hasilnya.

Cucun berharap peluncuran PILAR Ber-AKSI tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi langkah awal untuk membangun tata kelola pemanfaatan AI yang mampu memperkuat kualitas legislasi sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap DPR RI.. (id10)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement