Breaking News
Memuat breaking news...

Galian Draniase "Siluman" Di Jalinsum Sibuhuan-Sosa Membahayakan

Redaksi
Redaksi
Minggu, 7 Mei 2023 - 12.02 PM WIB
Galian Draniase "Siluman" Di Jalinsum Sibuhuan-Sosa Membahayakan
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

PALAS (Waspada): Keberadaan galian drainase tanpa plank merk di Jalinsum Sibuhuan-Sosa, Desa Balakka Tinggir Kecamatan Barumun Kabupaten Padanglawas (Palas) yang sudah beberapa bulan terbengkalai telah mengganggu dan membahayakan pengendara.

Pantauan, Waspada, Sabtu (6/5) di lokasi proyek tampak berserakan dan tertumpuk material bangunan berupa batu dan timbunan pasir hingga ke badan jalan.

Rani warga setempat, mengatakan akibat kondisi itu sering terjadi tumpukan kendaraan di lokasi tersebut khususnya kendaraan roda empat dan diperparah dengan kondisi Jalinsum yang rusak dan berlubang.

"Kita warga setempat dan utamanya pengguna jalan sangat terganggu atas terbengkalainya proyek ini. Sudah jalannya sempit dan rusak dipersempit lagi dengan tumpukan batu dan pasir," ucapnya kesal.

Warga lainnya, Ilman menambahkan bahkan sempat pengendara sepeda bermotor terjatuh dan hampir masuk kedalam galian drainase itu.

"Beruntung kejadiannya siang, kalau malam korban bisa bernasib naas. Sebab galian tersebut akan digenangi air beberapa hari usai diguyur hujan," ucapnya.

Atas kondisi itu mereka berharap, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melalui Dinas Pekerjaan Umum dapat segera menyelesaikan progres pengerjaan drainase itu dan memberikan sanksi tegas kepada kontraktor pelaksana proyek.

"Sepengetahuan kita ini proyek provinsi, tanpa mengetahui perusahaan mana yang mengerjakan, berapa panjang proyek begitu juga lama pengerjaannya. Sebab, proyek ini tanpa plank merk," tutur warga. (CMS)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement