Gandeng ESQ, KPK Gelar PAKU Integritas Sejumlah Pejabat DaerahGandeng ESQ, KPK Gelar PAKU Integritas Sejumlah Pejabat Daerah

JAKARTA (Waspada): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama ESQ menyelenggarakan program Penguatan Antikorupsi bagi Penyelenggara Negara Berintegritas (PAKU Integritas) untuk Pj Gubernur, Sekretaris Daerah, Ketua dan Wakil DPRD dari DKI Jakarta, Banten, Aceh, Gorontalo, Sulawesi Barat, Kep. Bangka Belitung, dan Papua Barat.
Acara digelar di Ballroom 2 lantai 1 JS Luwansa Hotel, Jakarta, Kamis (3/11/2022) juga dihadiri oleh Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, Deputi Dikmas KPK Wawan Wardiana, Direktur Diklat Antikorupsi KPK Dian Novianthi, dan Kasatgas Pembelajaran Eksternal KPK Swasti Putri Mahatmi.
Narasumber adalah Founder ESQ Ary Ginanjar Agustian, Founder Rumah perubahan Rhenald Kasali, dan Tokoh Pemberantas Korupsi Indonesia Erry Riyana Hardjapamekas.
Alexander Marwata dalam sambutannya menyampaikan bahwa program PAKU Integritas ini sebelumnya menyasar ke Menteri dan eselon I dari Kementerian/Lembaga yang bergerak di lini Sumber Daya Alam (SDA), Tata Niaga dan Bisnis, Ekonomi, Pelayanan Publik, Hukum, dan Politik.
Ia juga mengatakan, KPK tak bisa bekerja sendiri. Untuk itu, diperlukan aktor perubahan di setiap instansi agar upaya perlawanan terhadap korupsi ini bisa berjalan sistematis, masif dan terstruktur.
Kemudian, KPK melalui Kedeputian Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat secara khusus melaksanakan tugas serta fungsi Sosialisasi dan Kampanye, Pendidikan serta Pelatihan Antikorupsi guna menguatkan komitmen antikorupsi melalui program PAKU Integritas.
Salah satu narasumber yang dihadirkan pada acara PAKU integritas ini adalah founder ESQ Ary Ginanjar Agustian . Alex berharap, dengan pembekalan yang diberikan oleh Ary dapat membangkitkan nilai-nilai spiritual yang mampu menggerakan seluruh pejabat untuk bersih dan terbebas dari korupsi.
Sementara itu, Ary Ginanjar mengatakan bahwa hari ini menjadi istimewa untuk pembekalan dua tahun ke depan yang bisa menjadi awal tercapainya kebangkitan Indonesia.
Motivator Indonesia itu memberikan kesimpulan bahwa ada 3 lapisan perubahan perilaku yaitu identitas, proses, serta hasil. Untuk mengubah perilaku atau kebiasaan seseorang sangatlah diperlukan 3 hal tersebut.(J02)






























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda