Breaking News
Memuat breaking news...

Ganjar Siap Nyapres, Pengamat: Secara Moral Keluar Dari PDIP

Redaksi
Redaksi
Rabu, 19 Oktober 2022 - 4.03 PM WIB
Ganjar Siap Nyapres, Pengamat: Secara Moral Keluar Dari PDIP
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada):Pengamat komunikasi politik M. Jamiluddin Ritonga mengatakan kesiapan Ganjar Pranowo maju sebagai calon presiden (capres) tentu membawa implikasi baginya di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Menurutnya, secara moral Ganjar seharusnya keluar dari PDIP. Sebab keinginan nyapres Ganjar bukanlah keputusan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

" Jadi, keputusan Ganjar itu sudah melawan keputusan di PDIP. Sebab, PDIP sudah memberi hak prerogatif kepada Megawati untuk memutuskan capres yang akan diusung, kata M. Jamiluddin Ritonga kepada waspada.id, melalui keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Rabu (19/10/2022).

Kalau Ganjar tidak mundur, lanjut Jamiluddin Ritonga, ada kemungkinan Megawati akan memberi sanksi tegas. Megawati bisa jadi akan memecat Ganjar karena sudah mendahului keputusannya.

Bagi Ganjar, keputusannya siap nyapres tampaknya karena sudah ada sinyal dari partai lain. Partai lain belum bisa mendeklarasikan Ganjar karena secara moral tidak etis karena masih menjadi kader PDIP, urai mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta itu.

Karena itu, tambah Jamiluddin Ritonga, bisa jadi keputusan Ganjar itu memang pancingan agar dipecat dari PDIP. Kalau pancingan itu berhasil, maka PDIP akan memecat Ganjar sebagai kader.

Partai lain tentunya memang menunggu adanya sanksi dari dari PDIP terhadap Ganjar. Dengan begitu, partai lain itu akan bebas mendeklarasikan Ganjar menjadi capres, tandas M. Jamiluddin Ritonga. (J05)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement