Breaking News
Memuat breaking news...

Gempa M6,5 Guncang Laut Jawa, Tidak Berpotensi Tsunami

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 12 September 2026 - 9.54 AM WIB
Gempa M6,5 Guncang Laut Jawa, Tidak Berpotensi Tsunami
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Gempa bumi tektonik bermagnitudo 6,5 mengguncang wilayah Laut Jawa pada Sabtu (12/9/2026) pagi pukul 04.23.55 WIB. Gempa berpusat di laut, sekitar 69 kilometer timur laut Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, dengan kedalaman 368 kilometer.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami berdasarkan hasil pemodelan tsunami.

BMKG mencatat episenter gempa berada pada koordinat 5,24 derajat Lintang Selatan dan 106,78 derajat Bujur Timur. Gempa tersebut merupakan gempa bumi dalam akibat aktivitas intraslab dengan mekanisme sumber berupa pergerakan geser turun atau oblique normal.

Guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah. Intensitas IV MMI tercatat di Pandeglang, Lebak, Serang, Sukabumi, Cianjur, dan Tanggamus.

Sementara itu, gempa dirasakan dengan intensitas III MMI di Tangerang, Tanjung Priok, Nagrak, Kalapanunggal, dan Cilacap. Getaran dengan intensitas II-III MMI dilaporkan terjadi di Rancaekek, Lembang, Garut, Kota Bandung, Yogyakarta, Pacitan, Ponorogo, Kabupaten Malang, Kota Bengkulu, Sumur, Padang, Mentawai, Pariaman, dan Solok Selatan.

Adapun intensitas II MMI dirasakan di Lemong, Semaka, dan Bengkunat.

Hingga pukul 05.00 WIB, BMKG belum mendeteksi adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan pihaknya masih terus memantau aktivitas kegempaan dan akan menyampaikan pembaruan informasi kepada pemangku kepentingan serta masyarakat.

"BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya dalam keterangan pers, Sabtu (12/9/2026) pagi.

Masyarakat diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat guncangan gempa. BMKG menegaskan masyarakat agar memperoleh informasi terkait gempa hanya melalui kanal resmi BMKG.(id11)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement