Breaking News
Memuat breaking news...

Gempa Magnitudo 6,0 SR Guncang Taput, PLN Gerak Cepat Pulihkan Sistem Kelistrikan

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 1 Oktober 2022 - 9.26 AM WIB
W
Waspada
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

SIBOLGA (Waspada): PT PLN (Persero) gerak cepat mengatasi gangguan kelistrikan yang disebabkan Gempa 6,0 skala richter (SR) yang mengguncang Tapanuli Utara, Sabtu (1/10) pukul 02.28 WIB.

PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sibolga gerak cepat menurunkan puluhan petugas untuk mempercepat proses pemulihan gangguan yang disebabkan gempa tersebut.

"Berdasarkan laporan tim lapangan, terdapat beberapa tiang listrik tegangan menengah yang tumbang dan miring serta trafo distribusi berubah posisi akibat kuatnya gempa. Saat ini kami berupaya melakukan pemulihan agar listrik dapat pulih sepenuhnya," ujar Manager PLN UP3 Sibolga, Darwin Simanjuntak.

Setidaknya terdapat 8 Kecamatan yang terdampak gempa yaitu Kec. Tarutung, Kec. Silalas Barita, Kec. Sipoholon, Kec. Siborong-Borong, Kec. Pagaran, Kec. Sipahutar, Kec. Pangaribuan dan Kec. Garoga.

Dalam waktu 4 jam, PLN telah berhasil mengatasi sebagian daerah terdampak padam di antaranya adalah 3 dari 6 penyulang sudah normal kembali, 170 gardu distribusi sudah menyala kembali dari total 536 gardu distribusi yang terdampak. Saat ini listrik untuk 65.096 pelanggan sudah kembali menyala dari total 82.996 pelanggan terdampak.

"Tim terus bekerja mempercepat pemulihan kondisi kelistrikan di lokasi terdampak gempa ini, tentunya dengan mengutamakan keamanan," tambahnya.

PLN berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik. Bagi pelanggan yang membutuhkan layanan PLN dapat melapor melalui aplikasi PLN Mobile yang dapat diunduh melalui PlayStore atau AppStore. (m31)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement