Breaking News
Memuat breaking news...

Genting, Pemimpin Eropa Rapat Persiapan Perang Dunia III

Redaksi
Redaksi
Rabu, 21 Januari 2026 - 7.13 PM WIB
Genting, Pemimpin Eropa Rapat Persiapan Perang Dunia III
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Para pemimpin Eropa disebut tengah membentuk “dewan perang” guna menyiapkan kemenangan jika Perang Dunia III pecah.

Klaim itu disampaikan Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.

Menurut Orban, Uni Eropa kini meninggalkan jalur diplomasi dan beralih ke persiapan konfrontasi militer skala besar.

Viktor Orban mengatakan, Uni Eropa tidak lagi memprioritaskan diplomasi, melainkan bergerak menuju persiapan perang terbuka.

Klaim Orban muncul di tengah situasi geopolitik yang kian memanas. Di kawasan timur, perang di Ukraina terus berlarut tanpa tanda-tanda mereda.

Sementara itu di barat, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengguncang aliansi NATO dengan dorongan agresif terbarunya untuk mencaplok Greenland.

Dalam konteks “guncangan global” inilah Orban menilai elite Eropa telah membuat pilihan untuk bersiap menghadapi konfrontasi langsung dan berskala besar.

“Dewan Perang” Eropa Perdana menteri berusia 62 tahun itu, yang kerap dipandang sebagai figur politik yang menyimpang dari arus utama Uni Eropa, menggambarkan suasana pertemuan para pemimpin Eropa di Brussel.

Ia menyebut rapat 27 kepala negara bukan lagi perdebatan kebijakan, melainkan sesi perencanaan militer berisiko tinggi. “Saya duduk di sana bersama mereka,” kata Orban kepada massa, “dan saya katakan dengan sangat tegas bahwa mereka akan pergi berperang.”

Menurut Orban, para pemimpin dari negara-negara besar Eropa, khususnya Perancis dan Jerman, tidak lagi membicarakan perdamaian.

Sebaliknya, mereka disebut terobsesi dengan mekanisme untuk mengalahkan Rusia secara total. Diskusi itu, klaimnya, mencakup upaya memaksa Moskwa membayar reparasi serta menarik kembali miliaran dana yang saat ini digelontorkan ke perang di Ukraina. “Bukan anak-anak yang duduk di sana,” ujarnya, seraya menegaskan bahwa alokasi keuangan dan militer yang dibuat para pemimpin terpilih merupakan langkah awal dari konflik global yang lebih luas.

Bagi Hongaria, Orban menegaskan sikap isolasi yang menantang arus utama. Ia berjanji pemerintahannya akan “menutup pintu rapat-rapat” dengan segenap kekuatan, menolak mengirim tentara maupun uang ke garis depan. Alasannya bukan hanya bersifat pasifis, tetapi juga ekonomi.

“Jika Anda tidak punya uang, Anda tidak punya rencana besar,” katanya, seraya berargumen bahwa biaya finansial jika Hongaria “terseret” ke dalam konflik akan menghancurkan masa depan negara itu.

Sumber Kompas.com

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement