Breaking News
Memuat breaking news...

GPII Medan Soroti Penghargaan Kapoldasu Dari Menteri Lingkungan Hidup & Kehutanan RI

Redaksi
Redaksi
Minggu, 19 Maret 2023 - 1.08 PM WIB
GPII Medan Soroti Penghargaan Kapoldasu Dari Menteri Lingkungan Hidup & Kehutanan RI
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): Ketua Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII ) Kota Medan Iskandar Mubin Dongoran, S.Sos (foto) turut serta memberikan komentar terhadap Kapoldasu Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak yang telah menerima Piagam Penghargaan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

"Memang sedikit aneh, pemberian piagam penghargaan itu bahkan diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI," ucapnya.

"Apa mereka merasa bahwa lingkungan hidup dan kehutanan di Sumut sudah baik-baik saja. Apa mereka lupa melihat kondisi lingkungan hidup dan kehutanan di daerah Mandailing Natal, yang ekosistem alamnya rusak karena tambang emas ilegal, air sungai keruh dan hitam diakibatkan oleh limbah mercure. sampai-sampai sudah banyak merenggut korban," lanjutnya.

Menurutnya, sudah berulang kali ada yang melaporkan kejadian tersebut kepada Kapolda Sumut, tapi sama sekali tidak digubris. "Kini malah tiba-tiba saja Kapoldasu Sumut dapat penghargaan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI," urainya.

Beliau dapat penghargaan karena penanaman mangrove di berbagai titik di Sumut, guna melestarikan dan menjaga keseimbangan ekosistem alam.

"Jika memang benar demikian, maka seharusnya beliau tidak hanya berpacu pada mangrove, karena masih banyak daerah lingkungan hidup dan kehutanan yang lain perlu perhatian khusus. Maka dari itu kami menganggap bahwa Kapoldasu Sumut tidak layak menerima penghargaan tersebut, " tutupnya. (cpb/rel)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement