Breaking News
Memuat breaking news...

Gratispol Kaltim Tembus Rp443 Miliar, 86 Ribu Mahasiswa Jadi Sasaran

Redaksi
Redaksi
Kamis, 17 September 2026 - 10.29 AM WIB
Gratispol Kaltim Tembus Rp443 Miliar, 86 Ribu Mahasiswa Jadi Sasaran
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud dalam Sarasehan Mitra Beasiswa dan Platform Satu Beasiswa Indonesia yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) di Gedung Kemendiktisaintek, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Program Gratispol Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus diperluas untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat. Pada semester ganjil tahun akademik 2026/2027, sebanyak 86.268 mahasiswa menjadi sasaran program dengan dukungan anggaran mencapai Rp443,09 miliar.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud dalam Sarasehan Mitra Beasiswa dan Platform Satu Beasiswa Indonesia yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) di Gedung Kemendiktisaintek, Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Hadir dalam kesempatan itu Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yulianto, Wamendiktisaintek Fauzan serta Wamendiktisaintek Stella Christi dan para stakholder bidang pendidikan tinggi.

Rudy mengatakan, program Gratispol merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Kaltim menjadikan pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai prioritas.
Menurutnya, kekayaan sumber daya alam Kaltim memiliki keterbatasan sehingga pembangunan manusia melalui pendidikan menjadi investasi penting bagi masa depan daerah.

“Komoditas itu ada batasnya. Karena itu, investasi yang paling penting adalah investasi sumber daya manusia melalui pendidikan,” ujar Rudy.

Melalui Gratispol, pemerintah daerah memberikan bantuan biaya pendidikan mulai jenjang sarjana hingga doktoral (S3). Akses pendidikan juga diperluas tidak hanya ke perguruan tinggi di Kaltim, tetapi hingga perguruan tinggi di luar daerah dan universitas luar negeri yang masuk dalam QS World University Ranking. Program tersebut juga menyediakan jalur afirmasi bagi kelompok masyarakat tertentu, termasuk keluarga tidak mampu, penyandang disabilitas, masyarakat dari daerah 3T, serta kelompok yang terdampak kondisi sosial tertentu.

Rudy mengatakan, perluasan akses pendidikan menjadi semakin penting seiring hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN). Kaltim membutuhkan SDM daerah yang memiliki kompetensi sehingga dapat mengambil bagian dalam berbagai peluang pembangunan yang berkembang di wilayah tersebut.

“Harapannya, putra-putri daerah kita bisa mengambil bagian dalam pembangunan, khususnya dengan hadirnya IKN,” katanya.
Data pelaksanaan Gratispol menunjukkan peningkatan jumlah penerima dari waktu ke waktu. Pada semester ganjil 2025/2026, program menjangkau 23.865 mahasiswa dengan anggaran Rp128,17 miliar.

Kemudian pada semester genap 2025/2026, jumlah penerima meningkat menjadi 67.909 mahasiswa dengan anggaran Rp316,34 miliar. Sementara pada semester ganjil 2026/2027, sasaran penerima mencapai 86.268 mahasiswa dengan anggaran Rp443,09 miliar.
Secara keseluruhan, program tersebut ditargetkan menjangkau hampir 179 ribu mahasiswa.

Rudy menegaskan, Gratispol tidak hanya diarahkan untuk memperluas akses pendidikan, tetapi juga membangun ekosistem yang mendorong peningkatan kualitas dan kompetensi mahasiswa.

Karena itu, program tersebut dikembangkan melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, perbankan, filantropi, dunia usaha, serta kementerian yang membidangi pendidikan tinggi.

“Prinsipnya adalah memperluas akses, membuka pilihan, meningkatkan kualitas, membangun kompetensi, dan pada akhirnya menciptakan kontribusi,” ujar Rudy.
Ia berharap investasi pendidikan melalui Gratispol dapat membantu memutus rantai kemiskinan sekaligus mempersiapkan generasi muda Kaltim menjadi SDM yang mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah dan nasional.(id11)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement