Breaking News
Memuat breaking news...

Gubernur Nova: Sinergi Lintas Ahli Dapat Minimalisir Tragedi Banjir

Redaksi
Redaksi
Selasa, 22 Februari 2022 - 5.21 PM WIB
W
Waspada
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

BANDA ACEH (Waspada): Sinergi lintas ahli seperti pakar teknik sipil dan teknik hidraulik akan mampu menghadirkan konsep jitu untuk meminimalisir atau bahkan meniadakan bencana banjir yang senantiasa muncul secara periodik di Aceh.

Hal itu dikatakan Gubernur Aceh, Nova Iriansyah (foto), Selasa (22/2) ketika membuka acara diskusi terbuka “Konsep dan Kebijakan Dalam Penanggulangan Banjir Aceh” di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh.

Diskusi ini digelar oleh Ikatan Alumni Teknik Sipil (IKATSI) Universitas Syah Kuala yang bekerja sama dengan Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI) Cabang Aceh, Balai Wilayah Sungai Sumatera 1 dan Dinas Pengairan Aceh.

Dalam sambutannya, Gubernur berharap para peserta diskusi dapat berbagi keahlian dan pengetahuan terkait penanggulangan banjir, untuk dijadikan formulasi bersama sehingga kejadian banjir bisa segera diminimalisir, bahkan ditiadakan di Aceh.

“Saya berpesan kiranya melalui forum ini Bapak Ibu sekalian dapat memberikan keahlian dan pengetahuannya terkait penanggulangan banjir, untuk kita jadikan formulasi bersama,” kata Gubernur.

Menurut Gubernur, seluruh pihak di Aceh harus mampu menata kembali ‘hubungan manusia dengan air’, sehingga melahirkan desain pengendalian air bagi kemaslahatan hidup bersama.

Gubernur mencontohkan Amsterdam, ibu kota Negara Belanda yang terkenal mampu mengendalikan air dengan cukup baik. Sehingga tidak ada permasalahan banjir di negara itu. Padahal, Belanda adalah negara yang daratannya lebih rendah dari permukaan laut. Namun dengan desain pengendalian air yang baik mereka mampu mengelola hal itu dengan aman.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga mengutip firman Allah SWT dalam Surat Ar Rum ayat 48, yang mencerminkan bahwa seharusnya manusia gembira dengan turunnya hujan sebagai pembawa rahmat.

Selanjutnya juga Surah Ar Ra’du ayat 3 yang mengisyaratkan untuk berpikir, agar pengelolaan sumber daya air dapat menghasilkan kemaslahatan bagi semua.

Diskusi yang berlangsung dengan penerapan protokol kesehatan tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Pengairan Aceh, staf ahli gubernur, asisten Sekda Aceh, perwakilan Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera 1, Ketua Umum Ikatan Alumni Teknik Sipil (IKATSI) Universitas Syah Kuala, Ketua HATHI cabang Aceh, serta para narasumber, praktisi dan akademisi. (b03)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement