Breaking News
Memuat breaking news...

Gubsu Ajak Masyarakat Implementasikan Pancasila Dalam Kehidupan

Redaksi
Redaksi
Kamis, 23 Juni 2022 - 9.10 AM WIB
W
Waspada
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengingatkan pentingnya mengimplementasikan Pancasila dalam kehidupan. Bukan hanya menjadi sakralisasi teks semata tanpa penerapan yang baik. Dengan begitu, cita-cita bangsa untuk kesejahteraan masyarakat akan terwujud.

Hal ini disampaikan Gubernur Edy Rahmayadi saat membuka acara Dialog Kebangsaan di Aula Tengku Rizal Nurdin Jalan Sudirman Nomor 41, Medan, Rabu (22/6).

Hadir pada acara tersebut mantan Gubernur ke-15 Sumut Dato’ Seri Syamsul Arifin, cendekiawan dan aktivis Prof Yudi Latif, Prof Syawal Gultom dan Yanche juga sebagai nara sumber yang di pandu Moderator Dr. Eddy Sofyan.

“Kita tidak perlu memperdebatkan ini itu soal Pancasila, soal kapan dia lahir atau yang lain. Kita butuh implementasinya di kehidupan yang akan membawa kita ke kesejahteraan,” kata Edy Rahmayadi, saat memberikan sambutan.

Selain itu, tambah Gubsu, agar implementasi Pancasila dilakukan masyarakat butuh edukasi dan sosialisasi secara luas. Salah satunya adalah di lingkungan pendidikan untuk membentuk mental-mental Pancasila siswa dan tenaga pengajar.

“Edukasi secara benar, sosialisasikan ke masyarakat luas sehingga masyarakat kita paham benar seperti apa Pancasila itu. Kita jangan membuat Pancasila ini menjadi teks yang sakral saja, dihapal tetapi tidak diamalkan,” tegas Edy Rahmayadi, pada acara yang diprakarsai Dewan Harian Daerah (DHD) 45.

Nara sumber pada Dialog Kebangsaa ini, Sejarawan Anhar Gonggong mengatakan kejujuran menjadi masalah dalam pengimplementasian Pancasila. Bukan hanya di masyarakat, implementasi Pancasila juga menurutnya masih kecil di tingkat pejabat.

“Masalahnya, banyak di negara kita ini yang tidak jujur bahkan pemimpin-pemimpinnya. Lihat masih banyak pejabat yang tersandung kasus korupsi. Itu pimpinannya, bagaimana dengan masyarakatnya?

Sejalan dengan pemikiran Gubsu Edy Rahmayadi, Anhar Gonggong merasa dunia pendidikan jadi tempat yang tepat untuk menempa kejujuran. Menurutnya, Indonesia bisa menjadi ‘surga dunia’ bila Pancasila benar-benar diterapkan.

“Untuk membenahi ini kita mungkin bisa memulai dari dunia pendidikan, kita bisa menanamkan nilai kejujuran sejak dini dan tentu juga di keluarga. Bila ini bisa kita capai, kita bisa menciptakan surga dunia, apa yang tidak ada di Pancasila,” ungkap Anhar Gonggong.

Sedangkan, Ketua Umum DHD 45 Mayjen TNI (Purn) Muhammad Hasyim berharap seluruh masyarakat Indonesia tetap menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup.

“Tetap jadikan pegangan dalam kehidupan sehari-hari, serap nilai-nilainya dan implementasikan,” kata M Hasyim.

Saat kegiatan tampak pula hadir unsur Forkopimda, pemuka agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, mahasiswa, Ormas dan pimpinan OPD Pemprov Sumut.(m22)

Waspada/ist
Gubsu Edy Rahmayadi bersama
Sejarawan Anhar Gonggong, Ketua Umum DHD 45 Mayjen TNI (Purn) Muhammad Hasyim dan pengurus poto bersama.
l

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement