Breaking News
Memuat breaking news...

Gubsu Janji Lebih Perhatikan Santri

Redaksi
Redaksi
Selasa, 1 November 2022 - 11.57 AM WIB
Gubsu Janji Lebih Perhatikan Santri
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi berjanji, akan lebih memperhatikan kehidupan para santri. Salah satunya, akan memaksimalkan peran Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Dengan begitu diharapkan dapat lebih mensejahterakan umat, termasuk pesantren.

Gubsu Edy Rahmayadi, menyampaikan itu, di Aula T.Rizal Nurdin, rumah dinasnya, Senin (31/10), saat menghadiri Peringatan Hari Santri. Hari itu, hadir sekitar 600 santri, dari sejumlah pesantren di Sumut. Hadir juga Pangdam I/BB Mayjen TNI Achmad Daniel Chardin serta unsur Forkopimda Sumut, dan Ketua Baznas Sumut Muhammad Hatta, serta pimpinan pondok pesantren.

Gubsu Edy Rahmayadi mengatakan, pesantren-pesantren perlu mendapat perhatian lebih, karena punya kontribusi besar dalam perjuangan kemerdekaan. Karenanya, dia mengutarakan keinginannya untuk memaksimalkan Baznas, untuk kesejahteraan umat, termasuk pesantren-pesantren.

Untuk mewujudkan itu, kata Edy Rahmayadi, dia mengaku sudah berkoordinasi dengan Forkopimda untuk memaksimalkan Baznas. "Saya sudah koordinasi dengan Pangdam, Kapolda, Kajati untuk hal ini. Allah sudah mengatur, 2,5% zakat. Harusnya umat muslim tidak banyak yang kesulitan lagi," katanya.

Sementara itu, Ketua Badan Silturahmi Ponpes Sumut Yulizar P. Lubis, menyambut baik keinginan Gubsu tersebut. Karena menurutnya, pemerintah memang harus peduli dengan santri yang sudah berjuang melawan penjajah sebelum Indonesia terbentuk. Kemudian gerakan santri menyatu setelah Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 yang diinisiasi KH Hasyim Asy'ari. (m07)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement