Breaking News
Memuat breaking news...

Guru Besar Unhan: Buku Geopolitik Soekarno Karya Hasto Kristiyanto jadi Referensi

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 20 Mei 2023 - 5.50 PM WIB
W
Waspada
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada): Guru Besar Universitas Pertahanan
(Unhan ) RI Prof. Dr Ir. Purnomo Yusgiantoro menilai buku Geopolitik Soekarno Karya Hasto Kristiyanto bisa menjadi referensi dalam sejumlah hal.

"Saya berharap buku ini dapat digunakan sebagai referensi apakah itu tatanan strategis, taktis, atau operasional. Buku ini benar-benar sangat bermanfaat," ujar Purnomo Yusgiantoro saat membedah bedah buku Hasto berjudul Progressive Geopolitical Coexistence yang merupakan disertasinya berjudul 'Diskursus Pemikiran Geopolitik Soekarno dan Relevansinya terhadap Pertahanan Negara' di Gedung Lemhannas, Jakarta, Sabtu (20/5/2023).

Menurutnya, Hasto seorang praktisi menekuni benar ajaran Bung Karno ini.

'Hasto melihat perspektif ajaran Bung Karno dari dua perspektif: eksternal (tata pergaulan internasional) dan internal yang terkait dengan falsafah bangsa ini dan trilogi pembangunan maka itulah disebut coexistence, hal yang sifatnya seimbang," urainya.

Purnomo menambahkan, dalam tata pergaulan internasional, Bung Karno menginginkan kesejajaran antara negara maju dan negara berkembang, demikian juga yang ada di dalam negeri. Lalu progressive-nya adalah saat ini geopolitik Soekarno sudah menjadi geopolitik Indonesia dan itulah wawasan nusantara.

"Cara pandang kita untuk melihat diri kita sendiri dan melihat lingkungan kita dalam tata pergaulan internasional yaitu coexistence. Itulah wawasan nusantara dan geopolitik Indonesia yang diajarkan di Lemhannas," sebut Purnomo.

Mantan Menteri ESDM ini juga mengatakan, dalam penelitiannya, Hasto menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif yang luar biasa. Data yang dipakai hampir ribuan.

"Dalam penelitiannya ditemukan variabel dan indikator yang terkait dengan aspek kehidupan nasional. Dan itulah yang sekarang ini disebut dengan geostrategi Indonesia, yang tidak lain adalah ketahanan nasional. Itu yang diajarkan di Lemhannas," sebut Purnomo.

Yang menarik lagi, lanjutnya, dalam kaitannya dengan ketahanan negara. Bagaimana bangsa ini berjuang di bawah kepemimpinan Presiden Soekarno, Trikora dan Dwikora secara progresif kita ingin memperkuat pertahanan negara, deterrence kita kembangkan untuk menghadapi ancaman.

"Dari tiga hal itu, Doktor Hasto Kristiyanto telah melakukan penelitian dengan baik dan untuk itu beliau diberikan predikat summa cum laude," sebutnya.

Purnomo menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Lemhannas Andi Wijayanto karena geopolitik Soekarno sekarang sudah diajarkan di Lemhannas dan Doktor Hasto Kristiyanto bisa menjadi dosen di Lemhannas dalam hal geopolitik Soekarno. (Irw).

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement