Breaking News
Memuat breaking news...

Guru Kreatif Di Karo Ciptakan Pembelajaran Matematika Dari “Siwaluh Jabu”

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 14 September 2024 - 11.51 AM WIB
Guru Kreatif Di Karo Ciptakan Pembelajaran Matematika Dari “Siwaluh Jabu”
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

KARO (Waspada): Kurikulum Merdeka merupakan upaya perbaikan dalam proses pembelajaran yang berfokus pada pembelajaran yang mendorong meningkatkan kreativitas serta penalaran peserta didik.

Kurikulum Merdeka menggunakan teori belajar konstruktivisme, yang mendorong peserta didik mengikuti pembelajaran secara aktif dan membangun sendiri pengetahuannya yang difasilitasi pendidik dengan pembelajaran yang bermakna.

Kreativitas pendidik dalam merancang dan membelajarkan matematika akan mempengaruhi sikap peserta didik dalam belajar matematika. Kemampuan pendidik dalam merancang dan melaksankan proses pembelajaran dengan menggunakan pertanyaan produktif, imajinatif dan produktif (PIT) pada aktivitas pembelajaran dan dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari merupakan suatu cara yang dapat menambah minat belajar peserta didik terhadap pembelajaran matematika.

Hal ini dilakukan langsung oleh Totaria Simbolon, S.Pd., M.Pd selaku Pengawas Sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Karo yang merupakan Fasda Pembelajaran Tanoto Foundation. Beliau merancang Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dengan menggunakan media belajar Ornamen Rumah Adat Siwaluh Jabu pada materi Transformasi Geometri di SMP, sebagai upaya mendekatkan matematika dengan kehidupan sehari-hari.

"Ornamen Siwaluh Jabu yang merupakan lambang delapan mata angin ini dipadukan dengan aplikasi matematika Geogebra digunakan dengan Pendekatan Discovery Learning mendorong peserta didik menemukan konsep Refleksi, Transformasi, Rotasi dan Dilatasi melalui aktivitas diskusi kelompok mengamati gambar yang menarik dan menjawab pertanyaan PIT dalam LKPD. Setelah konsep ditemukan peserta didik diajak menyelesaikan soal-soal berpikir tingkat tinggi dengan menarik," ujar Totaria Simbolon, kemarin.

Dia menyebutkan, LKPD ini sudah digunakan Guru di SMP Negeri 1 Berastagi oleh Senina Ginting di kelas IX-A dan IX-B Tahun ajaran 2023/2024. Respon peserta didik terhadap LKPD sangat positif, diskusi kelompok aktif, peserta didik sangat antusia menyelesaikan setiap aktivitas dalam LKPD. Kemudian masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya dan kelompok lain memberi tanggapan.

“LKPD sangat menarik, membantu guru dalam membelajarkan geometri yang biasanya sulit dipahami peserta menjadi lebih mudah karena disajikan secara kongkrit dengan menggunakan ornamen rumah adat yang dekat dengan kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Hal yang sama disampaikan salah seorang siswa, Rolex Sanma Tarigan. Menurutnya LKPD sangat menarik, mudah dipahami membuat dia senang mempelajarinya, dimana selama ini dia kurang menyukai pembelajaran matematika. Tetapi pada pembelajaran dalam LKPD ini dia berhasil mendapatkan nilai sempurna.

“Kita bisa belajar bahwa bagaimana kreativitas guru dalam merangcang dan melaksankan proses pembelajaran akan sangat menentukan bagaimana minat siswa dapat belajar matematika” ungkap Rolex. (m31)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement