Breaking News
Memuat breaking news...

Harga Minyak Terus Melonjak, Tertinggi Dalam Enam Pekan

Redaksi
Redaksi
Kamis, 23 Juli 2026 - 8.37 AM WIB
Harga Minyak Terus Melonjak, Tertinggi Dalam Enam Pekan
Foto ilustrasi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

HOUSTON (Waspada.id): Harga minyak dunia kembali melonjak tajam dan ditutup di level tertinggi dalam hampir enam pekan pada perdagangan Rabu (22/7/2026) waktu setempat. Memanasnya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran serta meningkatnya ancaman terhadap jalur pelayaran energi di Timur Tengah mendorong kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan minyak global.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent melesat US$3,06 atau 3,36% menjadi US$94,07 per barel, setelah sempat menyentuh US$95,47 per barel, level tertinggi sejak 11 Juni 2026. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik US$2,49 atau 2,95% menjadi US$86,83 per barel.

Penguatan harga juga tercermin dari melebarnya selisih harga kontrak Brent tiga bulan menjadi US$9,26 per barel, tertinggi sejak 22 Mei 2026. Kondisi tersebut menunjukkan pasar berada dalam kondisi backwardation, ketika harga minyak untuk pengiriman segera lebih tinggi dibandingkan kontrak jangka panjang, yang menandakan pasokan jangka pendek semakin ketat.

Ketegangan geopolitik meningkat setelah militer AS melancarkan serangan terhadap Iran untuk malam ke-11 berturut-turut. Situasi semakin memanas setelah militer Kuwait mengklaim berhasil mencegat sejumlah drone Iran.

Presiden AS Donald Trump juga mengancam akan menghancurkan jembatan atau pembangkit listrik di Iran setiap kali Teheran menyerang kapal yang melintas di Selat Hormuz, jalur yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Iran memperingatkan bahwa jalur selatan Selat Hormuz telah dipasangi ranjau. Risiko pasokan semakin meningkat setelah kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran mengancam akan menyerang kapal pengangkut minyak Arab Saudi di Selat Bab el-Mandeb serta mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi.

Misi angkatan laut Uni Eropa Aspides turut memperingatkan bahwa kapal yang memiliki hubungan dengan Israel, Amerika Serikat, maupun Arab Saudi menghadapi risiko serangan lebih tinggi saat melintasi Laut Merah dan Teluk Aden.

"Pasar energi kini menghadapi kekhawatiran terhadap dua jalur strategis sekaligus. Selain Selat Hormuz, Selat Bab el-Mandeb juga berpotensi menjadi titik panas baru yang mengancam distribusi minyak global," ujar Chief Market Analyst KCM Trade Tim Waterer.


Kapal Tanker Mulai Alihkan Rute

Ancaman Houthi memaksa sedikitnya lima kapal tanker menghindari Selat Bab el-Mandeb pada Rabu. Meningkatnya risiko keamanan di Laut Merah membuat banyak kapal komersial memilih jalur pelayaran yang lebih jauh demi menghindari kawasan konflik.

Analis Gelber & Associates menilai perubahan rute tersebut berpotensi mengganggu distribusi minyak dunia, sementara sejumlah kilang di Asia mulai mengalihkan pengiriman minyak dari pelabuhan Yanbu di Laut Merah melalui Terusan Suez dengan memutar melewati Afrika.

Market Analyst Naga.com Frank Walbaum menilai langkah tersebut dapat memperketat pasar fisik minyak sekaligus mengurangi ekspor minyak Arab Saudi, sehingga menopang kenaikan harga minyak dunia.

Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, Energy Information Administration (EIA) melaporkan stok minyak mentah AS justru naik 2 juta barel menjadi 411,7 juta barel pada pekan yang berakhir 17 Juli 2026. Angka ini berlawanan dengan proyeksi analis Reuters yang sebelumnya memperkirakan penurunan sekitar 1,1 juta barel.

Kenaikan stok dipicu menurunnya aktivitas kilang, melemahnya ekspor minyak mentah, serta meningkatnya impor. Meski demikian, perhatian pelaku pasar masih terfokus pada risiko gangguan pasokan dari Timur Tengah yang terus mendorong harga minyak ke level tertinggi dalam hampir enam pekan. (invid)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement