Breaking News
Memuat breaking news...

Harga Plastik Naik Tajam, UMKM Tertekan Dan Berpotensi Picu Inflasi

Redaksi
Redaksi
Rabu, 15 April 2026 - 3.44 PM WIB
Harga Plastik Naik Tajam, UMKM Tertekan Dan Berpotensi Picu Inflasi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Kenaikan harga plastik untuk kebutuhan kemasan mulai memberikan tekanan serius bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di sektor kuliner. Lonjakan harga yang mencapai hingga 85% dikhawatirkan tidak hanya membebani biaya produksi, tetapi juga berpotensi mendorong inflasi.

Pengamat Ekonomi dan Keuangan Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, mengungkapkan bahwa berdasarkan pemantauan di lapangan, harga plastik pembungkus yang sebelumnya sekitar Rp27 ribu per kilogram kini melonjak menjadi Rp50 ribu per kilogram.

“Kenaikan harga plastik ini memang secara porsi tidak terlalu besar dalam struktur biaya UMKM. Namun tetap berpotensi memicu kenaikan harga jual di tingkat pedagang,” ujar Gunawan, Rabu (15/4).

Sejumlah pelaku UMKM, terutama di sektor makanan dan minuman, saat ini masih menahan diri untuk menaikkan harga jual meskipun biaya produksi meningkat. Hal ini disebabkan kekhawatiran akan turunnya daya beli masyarakat.

“Pelaku usaha cenderung memilih efisiensi dibandingkan langsung menaikkan harga. Misalnya dengan mengurangi porsi, menekan kualitas bahan, atau bahkan mengurangi tenaga kerja,” jelasnya.

Namun demikian, Gunawan menyoroti adanya potensi risiko lain yang justru lebih besar, yakni pembulatan harga jual di tingkat konsumen. Ia mencontohkan, kenaikan harga plastik sebesar 85% hanya menambah beban sekitar Rp95 hingga Rp100 per produk.

“Dalam praktiknya, pedagang tidak mungkin menaikkan harga hanya Rp100. Biasanya akan dibulatkan menjadi Rp500 bahkan Rp1.000, karena keterbatasan uang receh dan kemudahan transaksi,” katanya.

Menurutnya, pembulatan harga tersebut berisiko menciptakan tekanan inflasi yang lebih tinggi dari seharusnya. “Ini yang perlu menjadi perhatian, karena kenaikan harga yang terjadi bisa melampaui dampak riil dari kenaikan biaya,” tambah Gunawan.

Dampak kenaikan harga plastik juga dirasakan berbeda di tiap sektor. Industri yang sangat bergantung pada kemasan seperti produsen minyak goreng dan air minum dalam kemasan menjadi yang paling terdampak. Selain itu, sektor akomodasi makanan dan minuman juga ikut merasakan tekanan biaya.

Gunawan menegaskan, kondisi ini perlu diantisipasi agar tidak berkembang menjadi tekanan inflasi yang lebih luas. “Jika tidak dikelola dengan baik, kenaikan biaya kecil seperti ini bisa berdampak besar terhadap stabilitas harga secara keseluruhan,” pungkasnya. (id09)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement